Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Menkes Tangani Lonjakan Kasus Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan upaya untuk menangangi lonjakan kasus Covid-19 di Kudus (Jawa Tengah) dan Bangkalan (Jawa Timur).
Meuthia Novianthree Nafasya
Meuthia Novianthree Nafasya - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  14:48 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta - Humas Setkab - Rahmat
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta - Humas Setkab - Rahmat

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengungkapkan pemerintah berupaya untuk menangani kasus lonjakan tinggi yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Jawa Timur pasca Hari Raya Idulfitri.

Upaya pertama yang dilakukan pemerintah dan juga paling penting dengan mengurai tekanan beban yang ada pada rumah sakit dengan cara merujuk pasien ke kota terdekat.

“Nomor satu yang paling penting karena ini urusannya dengan nyawa. Kami mengurai tekanan beban yang ada di rumah sakit dengan cara kita merujuk pasien-pasien yang berat dan sedang ke kota terdekat untuk Kudus ke Semarang dan untuk Bangkalan ke Surabaya,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (9/8/2021).

Selain itu, pemerintah juga melakukan upaya percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan mengirimkan masing-masing 50.000 dosis vaksin ke Kudus dan Bangkalan.

Pengiriman vaksin dalam jumlah besar tersebut dilakukan untuk mengurasi risiko penularan Covid-19 di masyarakat.

“Untuk Kudus kita sudah drop 50.000 vaksin-vaksin khusus untuk daerah Kudus supaya bisa segera disuntikan. Di Bangkalan juga kita akan drop segera 50.000 vaksin," ujarnya.

Berdasarkan keterangan @KemenkesRI di Twitter, kenaikan kasus Covid-19 terjadi pasca arus balik ini diduga karena adanya kluster kerumunan seperti silaturahmi keluarga, pergi ke tempat wisata, dan kunjungan ke daerah sanak saudara.

Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yang sudah selalu diingatkan pemerintah saat melakukan kegiatan berlangsung.

Dilaporkan lebih dari 300 orang tenaga kesehatan terpapar virus Covid-19 di Kudus. Meskipun begitu, mereka dalam kondisi baik dan masih dalam pengawasa yang ketat.

“Saat ini, dilaporkan lebih dari 300 orang tenaga kesehatan terpapar COVID-19 di Kudus. Seluruhnya telah mendapatkan vaksinasi lengkap COVID-19 dan Alhamdulillah saat ini mereka dalam keadaan baik serta masih dalam pengawasan yang ketat,” kata @KemenkesRI dalam cuitannya seperti dikutip Rabu, (8/6/2021).

Kemenkes RI bersama stakeholder terkait sebelumnya sudah memperkirakan bahwa akan adanya lonjakan pasca libur panjang lebaran dan telah mempersiapkan kondisi terburuk dari peningkatan kasus ini dengan menambah kapasitas ruang isolasi dan ICU khusus Covid-19 di seluruh Indonesia.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top