Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Kemenag Antisipasi Antrean Haji, Susun Regulasi & Larang Dana Talangan

Pemerintah terus berupaya menyelesaikan persoalan atrean haji agar tidak menimbulkan bom waktu pada kemudian hari.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  20:49 WIB
Ilustrasi Ibadah Haji 2021 - Instagram: Haramain Info
Ilustrasi Ibadah Haji 2021 - Instagram: Haramain Info

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Agama (Kemenag) telah menyusun dua strategi untuk mengantisipasi penumpukan antrean haji akibat penundaan keberangkatan jemaah haji selama 2 tahun terakhir.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi mengatakan tertundanya keberangkatan pada 2 tahun terakhir membuat antrean makin panjang.

“Itu keniscayaan dan tidak bisa dihindari," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (8/6/2021).

Khoirizi menuturkan pemerintah terus berupaya menyelesaikan tantangan antrean itu dengan sejumlah langkah agar terkendali. Pertama, katanya, menguatkan regulasi.

"Misalnya, regulasi saat ini mengatur batasan usia untuk mendaftar haji 18 tahun," jelasnya.

Kedua, Kemenag juga melarang praktik pemberian dana talangan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk membayar setoran awal jemaah.

Khoirizi menuturkan Pemerintah Indonesia terus menyuarakan agar Arab Saudi bisa segera meningkatkan sarana prasarana di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Peningkatan sarana prasarana itu diharapkan akan diikuti dengan penambahan jumlah kuota haji.

Dia menjelaskan penambahan kuota perlu ditunjang perbaikan sarana khususnya di Mina. Prioritas keberangkatan jemaah haji, katanya, ialah untuk jemaah yang tertunda keberangkatan.

"Alhamdulillah, pada 2019, Indonesia mendapat tambahan kuota sebesar 10.000 dari Saudi sehingga total kuotanya saat itu menjadi 221.000," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian agama jemaah haji
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top