Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sidang Kasus Bansos, Saksi: Juliari Sudah Terima Fee Rp11,2 Miliar

Joko bertugas mengutip Rp10 ribu/paket sembako sebagai fee setoran dan Rp1.000/paket sembako sebagai fee operasional dari para perusahaan vendor penyedia bansos sembako.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  14:46 WIB
Tersangka mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (kiri) saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/4/2021). - Antara
Tersangka mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara (kiri) saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/4/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sidang kasus suap pengadaan bansos mengungkap berapa dana yang sudah diterima eks-Mensos Juliari P. Batubara.

Saksi menyebutkan bahwa Juliari Batubara telah menerima Rp11,2 miliar sebagai fee pengadaan bansos sembako Covid-19.

"Di putaran pertama jumlah fee setoran tahap 1, 3, komunitas, 5, 6 adalah Rp14,014 miliar untuk fee setoran dan sudah diserahkan sebanyak 5 kali ke Pak Juliari sebesar Rp11,2 miliar," kata Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako Covid-19 Matheus Joko Santoso di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (7/6/2021).

Joko menyampaikan hal tersebut saat menjadi saksi untuk terdakwa Juliari Batubara. Eks-Mensos itu didakwa menerima suap Rp32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bansos Covid-19.

Joko bertugas mengutip Rp10 ribu/paket sembako sebagai fee setoran dan Rp1.000/paket sembako sebagai fee operasional dari para perusahaan vendor penyedia bansos sembako. Pagu anggaran per paket sendiri adalah Rp300 ribu/paket dengan jumlah paket per tahap adalah 1,9 juta paket.

Putaran pertama pengadaan bansos sembako berlangsung pada April - Juni 2020 untuk 6 tahap pengadaan.

"Saya serahkan langsung ke Pak Adi Wahyono, Pak Adi serahkan ke Pak Eko atau Bu Selvy," tambah Joko.

Eko yang dimaksud adalah Eko Budi Santoso, ajudan Juliari. Sedangkan Selvy adalah Selvy Nurbaety, sekretaris pribadi Juliari.

"Saya konfirmasi ke terdakwa untuk memastikan uang yang diberikan ke Pak Eko dan Bu Selvy apa sudah diterima atau belum, kemudian dari beberapa pertemuan atau menghadap [Juliari] kita juga diminta untuk melanjutkan pengumpulan fee sampai bulan Juni-November," ungkap Joko.

Namun, Joko mengaku tidak pernah menyerahkan fee secara langsung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi bansos Juliari P. Batubara

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top