Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Klaim Vaksin Rusia Paling Unggul, Putin Justru Tak Wajibkan Vaksinasi

Banyak orang Rusia percaya bahwa pengembangan vaksin Sputnik terburu-buru dengan tujuan meningkatkan kredensial kebijakan luar negeri Moskow.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  09:58 WIB
Botol vaksin Sputnik V Covid-19.  - Bloomberg
Botol vaksin Sputnik V Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Vladimir Putin kembali meminta warga Rusia menjalani vaksinasi virus Corona, tetapi menekankan bahwa suntikan tersebut tidak wajib dilaksanakan.

Rusia telah mendaftarkan vaksin virus Corona pertama di dunia, Sputnik V, pada Agustus 2020, tetapi skeptisisme akan vaksin adalah masalah utama di Moskow dan kota-kota Rusia lainnya.

Pekan lalu, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan Moskow adalah ibu kota dunia pertama yang meluncurkan kampanye vaksinasi massal. Hanya saja, dari sekitar 12 juta penduduk Moskow, hanya 1,3 juta yang telah divaksinasi dan persentase mereka yang divaksinasi di ibu kota Rusia lebih rendah daripada di kota-kota Eropa mana pun, katanya.

Berbicara pada pertemuan pemerintah kemarin, Putin mendesak Rusia untuk membuang keraguan yang tersisa dan mengatakan bahwa vaksin Rusia adalah 'yang paling dapat diandalkan dan paling aman' di dunia.

"Yang paling penting adalah kesehatan. Coba pikirkan," kata Putin yang berusia 68 tahun, seperti dilansir Channel News Asia.

Akan tetapi kepala Kremlin itu juga mengatakan bahwa dia menentang vaksinasi wajib dilaksanakan. “Warga sendiri harus memahami kebutuhan ini, menyadari bahwa jika mereka tidak mendapatkan vaksinasi mereka dapat menghadapi bahaya yang sangat serius bahkan mematikan,” tambahnya.

Sosiolog di Levada-Center, sebuah lembaga survei independen terkemuka, mengatakan bahwa orang Rusia enggan mendapatkan vaksinasi karena berbagai alasan. Menurutnya, penolakan vaksin adalah tanda meningkatnya 'keterasingan' antara orang biasa dan pihak berwenang.

Banyak orang Rusia percaya bahwa pengembangan vaksin Sputnik terburu-buru dengan tujuan meningkatkan kredensial kebijakan luar negeri Moskow.

Selain Sputnik, Rusia telah mengembangkan dua vaksin lain - EpiVacCorona dan CoviVac. Di Moskow, vaksin tersedia gratis bagi siapa saja yang menginginkannya dan pusat vaksinasi didirikan di situs-situs terkemuka termasuk pusat perbelanjaan dan taman.

Sebagai catatan, Rusia telah menjadi salah satu negara yang paling terpukul oleh pandemi Covid-19.

Hingga kemarin, pejabat kesehatan Rusia telah melaporkan lebih dari lima juta kasus virus korona dan lebih dari 119.000 kematian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia vladimir putin Vaksin Sputnik
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top