Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sekjen PBB: Gencatan Senjata Israel dan Gaza Perlu Diawasi

PBB akan berkoordinasi dengan Israel dan Palestina, dan mitra kawasan serta internasional, termasuk melalui Kuartet Timur Tengah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  16:51 WIB
Warga Palestina turun ke jalan merayakan gencatan senjata di Jalur Gaza Selatan, Kamis (20/5/2021)./Antara - Reuters/Ibraheem Abu Mustafa
Warga Palestina turun ke jalan merayakan gencatan senjata di Jalur Gaza Selatan, Kamis (20/5/2021)./Antara - Reuters/Ibraheem Abu Mustafa

Bisnis.com, WASHINGTON - Gencatan senjata antara Israel dan para pejuang Palestina di Jalur Gaza direspons positif Sekjen PBB.

Pertempuran kedua kubu berhasil ditengahi Mesir dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata setelah 11 hari Israel menyerang Jalur Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut gencatan senjata antara Gaza dan Israel pada Kamis (20/5/2021) dan mendesak semua pihak agar mengawasinya.

Gencatan senjata itu berlaku mulai pukul 02:00 Jumat dini hari waktu setempat.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir dicapai setelah 11 hari serangan Israel terhadap Jalur Gaza yang diblokade.

Sekjen PBB meminta masyarakat internasional bekerja sama dengan PBB dalam mengembangkan dukungan yang kuat dan terintegrasi untuk rekonstruksi dan pemulihan yang cepat dan berkelanjutan. Hal itu demi mendukung rakyat Palestina sekaligus memperkuat lembaga mereka.

"Saya menekankan bahwa para pemimpin Israel dan Palestina memiliki tanggung jawab selain mengembalikan ketenangan untuk memulai dialog serius guna membahas akar penyebab konflik," kata Guterres.

Guterres menekankan Gaza sebagai bagian dari Palestina. 

"Gaza merupakan bagian integral dari negara Palestina di masa mendatang," katanya.

PBB akan berkoordinasi dengan Israel dan Palestina, dan mitra kawasan serta internasional, termasuk melalui Kuartet Timur Tengah.

"Untuk kembali ke jalur perundingan yang berarti guna mengakhiri pendudukan dan memungkinkan terwujudnya solusi dua negara berdasarkan garis batas 1967, resolusi PBB, hukum internasional dan juga kesepakatan bersama," kata Guterres.

Kuartet Timur Tengah terdiri atas PBB, Amerika Serikat, Uni Eropa, serta Rusia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel gaza

Sumber : Antara/Anadolu

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top