Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Medsos Munculkan Hoax dan Berita Palsu, Ini Vaksin Penawarnya

Berita palsu ada di semua negara ditunjang adanya kemajuan teknologi, diperlukan keterampilan untuk melawan berita palsu tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  13:25 WIB
Ilustrasi - Istimewa
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Selain memberi dampak yang menguntungkan, kemajuan teknologi juga melahirkan dampak yang tidak diinginkan.

Kemajuan teknologi informasi misalnya telah mendorong muncul hoax (kabar bohong) juga berita palsu.

Menyikap hal ini, Profesor Jurnalisme dari Universitas George Washington Janet E.Steele menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat tentang berita palsu.

"Kita saat ini sangat rentan terhadap berita palsu. Berita palsu itu ada di semua negara ditunjang adanya kemajuan teknologi," ujar Janet E.Steele dalam diskusi virtual memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Selasa (4/5/2021).

Tangkapan layar paparan Profesor Jurnalisme dari Universitas George Washington Janet E.Steele dalam diskusi virtual memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Selasa (4/5/2021)./Antara-Azis Kurmala
Janet Steele mengatakan berita menyebar begitu cepat dan terutama di platform media sosial

"Karena ada begitu banyak informasi secara daring, kebanyakan dari kita cenderung mengandalkan media sosial untuk menentukan kredibilitas informasi dan ini sulit untuk membetulkan. Saya mengulangi apa yang teman saya katakan dan sekali informasi seperti ini menyebar sangat sulit untuk dikoreksi," kata dia.

Ia mengatakan berita palsu maupun kabar bohong (hoax) merupakan masalah besar.

"Menariknya, kita semua paham bahwa hoax maupun berita palsu adalah sesuatu yang sengaja disebarkan dan menyesatkan. Banyak orang tidak begitu memahami hal itu dan mereka hanya berpikir bahwa berita palsu maupun hoax adalah propaganda atau sesuatu yang tidak akurat tetapi kemudian diperbaiki atau sebuah cerita yang mereka tidak suka," kata dia.

Untuk mengatasi berita palsu maupun hoax, lanjut Steele, dapat menggunakan apa yang disebut sebagai truth sandwich atau "sandwich kebenaran".

Caranya, mulailah dengan kebenaran, lalu katakan kebohongan yang ada, dan kemudian kembali ke kebenaran, ujar Janet Steele.

Steele mencontohkan salah satu narasi di masa kampanye pada Pilpres AS yang baru lalu. Beberapa hari sejak calon Wakil Presiden Kamala Harris bergabung dengan Joe Biden, serangan birtherisme (teori konspirasi kewarganegaraan) dimulai.

Seorang penasihat kampanye Trump secara terbuka mempertanyakan apakah Harris memenuhi syarat untuk ikut serta dalam Pemilu?

Steele menyebutkan bahwa Harris lahir di AS dan jelas memenuhi syarat.

"Jadi itu akan dimulai dengan kebenaran yang menunjukkan kebohongan dan kemudian kembali pada kebenaran. Jadi itu adalah satu hal yang jurnalis Amerika coba lakukan dan saya pikir itu benar-benar berguna untuk teman-teman jurnalis di Indonesia, Malaysia dan Filipina," ujar dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hoax berita palsu

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top