Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertempuran Hebat Tentara Myanmar vs Suku Karen Meletus Tadi Pagi

Baku tembak hebat dimulai sebelum matahari terbit.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 April 2021  |  10:35 WIB
Pengunjuk rasa saat melakukan aksinya di Yangon, Myanmar, 10 Februari 2021./Bloomberg/AFP - Getty Images/Sai Aung Main
Pengunjuk rasa saat melakukan aksinya di Yangon, Myanmar, 10 Februari 2021./Bloomberg/AFP - Getty Images/Sai Aung Main

Bisnis.com, JAKARTA - Pertempuran hebat meletus di pos terdepan tentara Myanmar dekat perbatasan timur dengan Thailand tadi pagi, Selasa (27/4/2021), tepatnya di daerah yang sebagian besar dikuasai oleh pasukan tentara etnis Karen.

Kelompok Karen mengatakan, sebanyak 24.000 orang telah mengungsi akibat kekerasan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk serangan udara oleh angkatan udara Myanmar, dan berlindung di hutan.

Persatuan Nasional Karen (KNU) menyatakan pihaknya telah merebut posisi militer setelah beberapa bentrokan paling sengit sejak kudeta 1 Februari yang menjerumuskan Myanmar ke dalam krisis.

Pertempuran itu juga terjadi beberapa hari setelah para pemimpin Asia Tenggara mengatakan, bahwa mereka telah mencapai konsensus dengan junta untuk mengakhiri kekerasan.

Penduduk desa di seberang Sungai Salween di Thailand mengatakan, baku tembak hebat dimulai sebelum matahari terbit. Video yang diposting di media sosial menunjukkan api dan asap di lereng bukit berhutan.

Pasukan KNU telah merebut pos terdepan sekitar pukul 5 pagi hingga 6 pagi waktu setempat, kata kepala urusan luar negeri kelompok itu, Padoh Saw Taw Nee ssperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (27/4/2021).

Dia mengatakan, kamp telah diduduki dan dibakar dan kelompok itu masih memeriksa korban tewas.

Juru bicara tersebut juga mengatakan telah terjadi pertempuran di lokasi lain tetapi tidak memberikan rincian.

Pusat Informasi Karen, sebuah kelompok media lokal, mengatakan pangkalan militer telah dikuasai dan penduduk desa telah melihat tujuh tentara melarikan diri, namun pihak tentara Myanmar tidak segera berkomentar.

Pusat pertahanan itu sebagian besar telah dikepung oleh pasukan KNU dan persediaan makanan menipis dalam beberapa pekan terakhir, menurut penduduk desa Thailand yang telah melakukan kontak dengan tentara tersebut.

Pasukan KNU juga bentrok di tempat lain dengan tentara Myanmar sejak mereka merebut kekuasaan dan menghentikan satu dekade reformasi demokrasi yang juga membawa perdamaian relatif di daerah perbatasan Myanmar yang bergejolak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

thailand myanmar
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top