Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penelitian Vaksin Nusantara Berlanjut, DPR Puji Inisiatif Menko PMK

MoU terkait penelitian Vaksin Nusantara diteken sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BPOM, disaksikan Menko PMK RI Muhajir Effendy di Jakarta, Senin (19/4/2021).
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 21 April 2021  |  06:58 WIB
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Achmad Riad (empat kiri) saat memimpin jumpa pers terkait vaksin nusantara di aula Pusat Penerangan TNI, di Markas Besar Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/4/2021). - Antara\r\n\r\n
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal TNI Achmad Riad (empat kiri) saat memimpin jumpa pers terkait vaksin nusantara di aula Pusat Penerangan TNI, di Markas Besar Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/4/2021). - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - DPR mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara sejumlah pemangku kepentingan terkait penelitian berbasis pelayanan sel dendritik atau yang dikenal Vaksin Nusantara yang antara lain diinisiasi oleh eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Seperti diketahui, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito yang menandatangani MoU itu disaksikan Menko PMK RI Muhajir Effendy di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Senin (19/4/2021).

“Kami  mengapresiasi inisiatif Menko PMK Muhadjir Effendy yang mampu mencari jalan keluar dalam menyelesaikan permasalahan Vaksin Nusantara yang menuai polemik," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, dilansir laman resmi DPR, Selasa (20/4/2021).

Menurut legislator yang akrab disapat Melki ini, penandatangan MoU itu memungkinkan proses penelitian Vaksin Nusantara yang menggunakan metode dendritik dapat diteruskan dengan mengikuti mekanisme yang sesuai aturan.

“Kesepakatan untuk melanjutkan penelitian Vaksin Nusantara adalah sebuah langkah maju dan baik. Kami berharap penelitian ini bisa menjadi opsi dalam membantu pemerintah menyelesaikan Covid-19 di Tanah Air atau bahkan dunia,” kata Melki.

Politikusi dari Fraksi Partai Golkar tersebut, Vaksin Nusantara sebenarnya sudah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan memenuhi kaidah keilmuan serta peraturan regulasi.

"Karenanya, para peneliti jangan takut untuk terus melakukan inovasi dalam rangka menjamin kebutuhan termasuk untuk covid-19,” lanjut Melki.

Legislator dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II itu menambahkan, Komisi IX mendukung para peneliti untuk menjadi tuan rumah di negerinya sendiri guna mewujudkan kemandirian sektor industri farmasi dan alat kesehatan. Menurutnya, hal ini juga sesuai dengan amanat Inpres No. 6/2016.

Selain itu, Melki juga mengapresiasi para relawan dalam penelitian ini. Menurutnya, relawan di Semarang berjumlah 27 orang, dan relawan di RSPAD terus meningkat. “Mereka [para relawan] adalah para pahlawan yang terus bersedia menjadi garda terdepan menjadi contoh bagaimana tesis dari peneliti bisa dilakukan,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr muhadjir effendy Vaksin Covid-19 Vaksin Nusantara
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top