Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Vaksin Nusantara, 'Warga RI' Dukung Keputusan BPOM

Sekolompok masyarakat yang mengklaim mereka adalah warga Republik Indonesia atau RI memberikan dukungan terhadap BPOM terkait dengan keputusan tes Vaksin Nusantara.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 17 April 2021  |  12:52 WIB
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Rapat tersebut membahas tentang dukungan pemerintah terhadap pengembangan vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara. - Antara
Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Rapat tersebut membahas tentang dukungan pemerintah terhadap pengembangan vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dukungan terhadap Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM terkait keputusan tes Vaksin Nusantara, terus mengalir.

Salah satu dukungan tersebut disuarakan oleh sekelompok orang yang menyatakan bahwa mereka adalah warga Republik Indonesia melalui pernyataan terbuka yang dikutip, Sabtu (17/4/2021).

Dalam pertanyaan terbuka itu, mereka mengungkapkan bahwa setiap penelitian vaksin perlu diputuskan oleh lembaga yang memiliki otoritas yakni BPOM sehingga mereka berpegang pada pendirian BPOM yang merupakan badan resmi di Indonesia dan bekerja berdasarkan prosedur-prosedur, disiplin, dan integritas ilmiah.

“Biarkan BPOM bekerja tenang bersama tim pakarnya. Kami percaya pada integritas keilmuan dan independensi mereka. Selama ini, BPOM telah mengabdi untuk menjaga kesehatan masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka yang bekerja di BPOM telah membuktikan diri sebagai patriot tanpa banyak retorika, teguh menghadapi tekanan dari mana saja,” ucap mereka dalam pernyataan terbuka itu.

Mereka juga menegaskan bahwa setiap penelitian dan pengembangan vaksin dan obat, patut dihargai sebagai ikhtiar membuka kemungkinan baru melawan pandemi. Akan tetapi, semua upaya positif itu tentu haruslah dengan tetap mengindahkan asas-asas ilmiah.

Setidaknya ada 72 orang yang turut menyertakan namanya dalam pernyataan terbuka tersebut. Di antaranya adalah beberapa tokoh kondang seperti agamwan Mustofa Bisri, kemudian Abdillah Toha, Ade Armando,  serta duo putri almarhum Gus Dur, Alissa dan Anita Wahid.

Alif Iman Nurlambang, narahubung terkait surat pernyataan terbuka itu, belum merespon permintaan konfirmasi.

Sebagaimana diketahui, BPOM menyatakan bahwa Vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan tidak lolos uji klinis.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top