Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Model Teroris 'Lone Wolf', Pelaku Teror di Mabes Polri

Lone Wolf dikatakan serigala penyendiri adalah sifat dari yang umumnya ingin hidup sendiri dan tidak terpaku pada kelompok.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 01 April 2021  |  18:15 WIB
Susana di depan Mabes Polri Jalan Trunojoyo pascapenembakan oleh teroris wanita, Rabu (31/3/2021). - Antara
Susana di depan Mabes Polri Jalan Trunojoyo pascapenembakan oleh teroris wanita, Rabu (31/3/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kasus penyerangan dan penembakan di Mabes Polri Rabu (31/3/2021) membuat bertambahnya kasus terorisme dalam kurun waktu 1 minggu ini. 

Kasus penyerangan dan penembakan yang dilakukan oleh seorang berinisial ZA disebut gerakan  Lone Wolf. ZA adalah perempuan berusia 25 tahun.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan, berdasarkan dari hasil profiling, ZA merupakan lone wolf yang berideologi radikal ISIS. Hal tersebut diketahui ketika petugas menyusuri unggahan ZA di media sosial. ZA mengunggah foto bendera ISIS.

Bagi masyarakat awam, istilah Lone Wolf sangatlah asing ditelinga kita. Sebab, jarang sekali aksi terorisme yang menggunakan cara seperti ini.

Lalu, apa arti Lone Wolf itu?

Lone Wolf dikatakan serigala penyendiri adalah sifat dari yang umumnya ingin hidup sendiri dan tidak terpaku pada kelompok. Istilah ini juga datang dari serigala pemburu atau serigala yang terbuang dari kelompoknya dan mencari makanan sendiri.

Dalam kasus terorisme, cara Lone Wolf merupakan cara yang paling jarang ditemui apalagi di Indonesia. Sebab, aksi ini hanya dilakukan oleh seorang diri dan tidak melakukan aksinya secara berkelompok. Dalam  melancarkan aksinya, cara ini condong akan melakukan hal yang bisa dikerjakan sendiri, dengan tidak membawa rencana yang matang.

Namun, aksi Lone Wolf ini banyak digunakan diluar sana karena untuk menjaga identitas dari gerakan yang melakukan kejahatan terorisme ini. Contohnya, jika aksi terorisme dilakukan secara berkelompok akan mudah untuk menemukan silsilah dari gerakan atau organisasi yang melakukannya.

Sedangkan Lone Wolf, karena mereka melakukan aksinya secara sendiri dan biasanya yang melakukan aksi tersebut akan mati ditempat tanpa bisa di investigasi lebih lanjut terkait jaringan apa yang dia pahami.

Aksi Lone Wolf yang dilakukan ZA kemarin bisa jadi akan memicu beberapa orang yang terikat dalam jaringan terorisme untuk melakukan hal serupa. Terlebih, apa yang dikatakan oleh pengamat terorisme, Ansyaad Mbai. Jika saat ini dengan adanya media sosial lebih mudah untuk membentuk suatu jaringan tersebut. Maka dari itu, polri dan pemerintah harus mengambil sikap dan mengawasi sosial media masyarakat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri bom teroris
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top