Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teror Corona, Diduga Hewan Lain Tularkan dari Kelelawar ke Manusia

Organisasi kesehatan dunia, WHO dan China melakukan penelitian yang dilakukan bersama menyangkut asal mula kemunculan COVID-19. Hasilnya menunjukkan bahwa virus penyebab penyakit tersebut kemungkinan ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui binatang lainnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  11:21 WIB
Ilustrasi - Para pengunjung sedang berada di museum Anti-Covid di Wuhan, Provinsi Hubei, Sabtu (21/11/2020). - Antara
Ilustrasi - Para pengunjung sedang berada di museum Anti-Covid di Wuhan, Provinsi Hubei, Sabtu (21/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JENEWA - Proses penularan virus Corona yang menyebabkan wabah Covid-19 di dunia terus dikaji Badan Kesehatan Dunia, WHO.

Bersama China, WHO melakukan penelitian bersama menelusuri asal-usul kemunculan Covid-19.

Hasilnya, para peneliti menyebutkan adanya kemungkinan virus penyebab pandemi itu ditularkan dari kelelawar ke manusia tidak secara langsung.

Mereka menyebutkan kemungkinan ada binatang lain yang menjadi "kurir" atau perantara penulara virus Corona dari kelelawar ke manusia.

Penelitian juga menyimpulkan "kemungkinannya sangat kecil" bahwa virus itu muncul akibat ada kebocoran di laboratorium.

Temuan tersebut sejalan dengan apa yang disimpulkan para pejabat WHO dari hasil kunjungan mereka ke China pada Januari-Februari.

Namun, banyak pertanyaan masih belum terjawab. Tim riset mengusulkan agar penelitian lebih lanjut dilakukan pada setiap kemungkinan, kecuali hipotesis soal virus corona berasal dari kebocoran laboratorium, demikian dilaporkan Associated Press, yang mengutip salinan hasil penelitian.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreysus mengaku telah menerima laporan hasil penelitian para pakar independen, namun menolak memberikan keterangan terperinci.

Pada konferensi pers di Jenewa ia mengatakan, "Semua hipotesis dipertimbangkan serta memerlukan kajian yang lengkap dan lebih lanjut."

Laporan penelitian setebal 400 halaman itu disusun oleh tim yang telah menjalankan misi ke Kota Wuhan, China tengah, tempat virus Corona pertama kali dilaporkan muncul pada 2019.

Laporan tersebut diagendakan diterbitkan pada Selasa setelah para diplomat dari 194 negara anggota WHO diberi pemaparan soal temuan-temuan tim, kata Tedros.

Menteri Pembangunan Internasional Jerman Gerd Mueller, yang berbicara kepada wartawan setelah mengadakan pembicaraan dengan Tedros, menyambut baik kerja sama yang ditunjukkan China terkait penyelidikan tersebut.

Amerika Serikat berharap penyelidikan yang dipimpin WHO itu akan ditindaklanjuti dengan penelitian tentang virus SARS-CoV-2, mungkin termasuk melalui kunjungan kembali ke China, kata seorang pejabat tinggi AS pekan lalu.

Sang pejabat berharap penyelidikan itu akan "didasarkan atas ilmu pengetahuan".

Penyelidikan tersebut sempat terganggu oleh penundaan, kekhawatiran atas akses, serta perselisihan antara Beijing dan Washington.

Pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump menuduh China menyembunyikan fakta soal seberapa parah Covid-19 pada tahap awal kasus itu terjadi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Wuhan Covid-19

Sumber : Antara/Harian Jogja

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top