Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Militer Myanmar Tuding Pendemo Lakukan Kekerasan, Korban Tewas Capai 261 Orang

Kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyatakan sedikitnya 261 orang telah tewas dalam tindakan keras yang dilakukan oleh pasukan keamanan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  18:24 WIB
Pengunjuk rasa saat melakukan aksinya di Yangon, Myanmar, 10 Februari 2021./Bloomberg/AFP - Getty Images/Sai Aung Main
Pengunjuk rasa saat melakukan aksinya di Yangon, Myanmar, 10 Februari 2021./Bloomberg/AFP - Getty Images/Sai Aung Main

Bisnis.com, JAKARTA--Militer Myanmar menuding pengunjuk rasa anti-junta telah melakukan pembakaran dan kekerasan ketika negara-negara barat memberlakukan sanksi terhadap individu dan kelompok yang terkait dengan kudeta bulan lalu. 

Juru bicara junta, Zaw Min Tun mengatakan 164 pengunjuk rasa telah tewas dalam kekerasan itu dan menyatakan kesedihan atas kematian tersebut.

"Mereka juga warga kami," katanya dalam konferensi pers di ibu kota Naypyitaw seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (23/3/2021).

Kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyatakan sedikitnya 261 orang telah tewas dalam tindakan keras yang dilakukan oleh pasukan keamanan.

Tiga orang tewas di kota kedua Myanmar, Mandalay dalam kerusuhan Senin, termasuk seorang remaja laki-laki, kata saksi mata dan laporan berita.

Pasukan keamanan melancarkan lebih banyak penggerebekan di beberapa bagian Yangon pada Senin malam dengan tembakan sehingga beberapa orang terluka, menurut kantor berita Mizzima.

Junta telah mencoba untuk membenarkan kudeta dengan mengatakan pemilihan 8 November yang dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi adalah penipuan. Akan tetapi tuduhan itu ditolak oleh komisi pemilihan umum.

Pemimpin militer telah menjanjikan pemilihan baru tetapi belum menetapkan tanggal dan telah menyatakan keadaan darurat.

Zaw Min Tun mengatakan sembilan anggota pasukan keamanan telah tewas.

"Bisakah kita menyebut ini unjuk rasa damai?" katanya, sambil menunjukkan video pabrik yang terbakar. Negara atau organisasi mana yang menganggap kekerasan ini damai?", katanya.

Dia mengatakan pemogokan dan rumah sakit yang tidak beroperasi sepenuhnya telah menyebabkan kematian, termasuk akibat Covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar kudeta
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top