Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Tiga Periode, Refly Sebut Jokowi Sulit Ubah Konstitusi

Perubahan konstitusi hanya memerlukan separuh plus satu suara di Parlemen.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 22 Maret 2021  |  10:16 WIB
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun  -  Youtube Channel Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun - Youtube Channel Refly Harun

Bisnis.com, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai, bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi dapat mengubah konstitusi terkait jabatan presiden selama tiga periode. Akan tetapi, upaya ini tidak gampang.

Dia mengatakan, di atas kertas perubahan konstitusi memungkinkan untuk dilakukan. Pasalnya, Presiden Jokowi saat ini sudah menguasai lebih dari separuh suara di MPR.

Adapun, perubahan konstitusi hanya memerlukan separuh plus satu suara di Parlemen. Selain itu, sidang 2/3 Anggota Dewan juga terkesan gampang karena dapat memanggil para anggota DPD.

“Usulan [di Parlemen terkait perubahan konstitusi] gampang, karena dia [Presiden Jokowi] sudah punya koalisi. Dari atas kertas itu mudah,” katanya saat berbincang di salun Youtube Karni Ilyas Club dikutip Senin (22/3/2021).

Akan tetapi, peta kekuasaan di tingkat elite cukup dinamis. Refly memberi contoh Gerindra. Menurutnya, barangkali Ketum Gerindra Prabowo Subianto juga ingin mencalonkan diri kembali pada Pilpres 2024. Pasalnya, saingan Prabowo yaitu Jokowi pada pemilihan 2019, sudah tidak dapat lagi berlaga.

Sementara itu, Partai Nasdem juga sudah bersiap dengan konvensi Partai Golkar. Keduanya disinyalir sedang mendekat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon Presiden dan Ketum Golkar Airlanggar Hartarto sebagai wakilnya.

“Nah baru-baru ini [terdengar isu pasangan] Puan Maharani-Moeldoko] Jad,i dari sisi yang seperti ini saya kira tidak akan gampang, walaupun on the paper menguasai koalisi,” terangnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak akan mengubah sikapnya yakni tetap berpegang pada Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebut masa jabatan presiden hanya selama dua periode.

Dia memastikan, bahwa tidak memiliki niat sedikitpun untuk menjadi presiden tiga periode. Presiden juga meminta berbagai pihak untuk menghentikan kegaduhan yang tidak perlu.

“Saya tegaskan saya tidak ada niat tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanahkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama,” terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi dpr
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top