Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gugatan di PTUN Kandas, Benny Tjokro Ajukan Keberatan ke BPK

Pengajuan keberatan ke BPK dilakukan menyusul kandasnya gugatan di PTUN Jakarta.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 17 Maret 2021  |  08:55 WIB
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang juga Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokrosaputro menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang juga Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokrosaputro menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (3/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Terdakwa kasus korupsi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro akan mengajukan keberatan terkait hasil investigatif kasus Jiwasraya ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hal itu dikatakan oleh penasihat hukum Benny Tjokro, Bob Hasan, menyusul kandasnya gugatan mereka di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"11 hari kami ajukan keberatan dulu ke BPK," ujarnya kepada Bisnis dikutip, Rabu (17/3/2021).

Adapun gugatan terdakwa kasus korupsi Jiwasraya Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro atas audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kandas.

Dalam persidangan yang digelar di PTUN pada Senin (15/3/2021) kemarin, gugatan Benny Tjokro gagal di tahap dismissal process dengan status dismissal ditolak. Sehingga kasus inipun saat ini masuk dalam proses minutasi perkara.

"Dismissal ditolak," demikian tulis dalam laman resmi PTUN Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Seperti diketahui, terpidana kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Benny Tjokrosaputro alias Bentjok menggungat hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Benny Tjokrosaputro alias Bentjok, meminta manjelis hakim membatalkan laporan hasil investigasi BPK.

Sejauh ini, BPK telah mengeluarkan audit investigasi terkait kasus korupsi Asuransi Jiwasraya (ASJ). Hasil investigasi tersebut menyimpulkan adanya kerugian negara senilai Rp16,8 triliun.

Benny Tjokro adalah salah satu pelaku utama korupsi dana investasi Jiwasraya. Bersama koleganya, Heru Hidayat telah divonis hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Adapun dalam petitum gugatan yang didaftarkan pada Jumat (26/2/2021), Bentjok meminta hakim PTUN memutuskan 6 pokok gugatan.

Pertama, mengabulkan gugatan untuk seluruhnya. Kedua, menyatakan batal atau tidak sah Surat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Investigatif yang dikeluarkan oleh BPK karena bertentangan dengan Peraturan yang berlaku Keputusan BPK.

Ketiga, memerintahkan untuk mencabut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Investigatif dengan segera dan tanpa syarat apapun.

Keempat, mewajibkan BPK untuk membayar ganti rugi terhadap Benny Tjokro. Kelima, memerintahkan kepada BPK untuk menerbitkan Surat Keputusan yang berisi tentang rehabilitasi namanya ke dalam status, kedudukan, harkat dan martabatnya semula sebagai warga negara yang baik.

Keenam, membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada BPK.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya Benny Tjokrosaputro
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top