Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Polisi Diduga Terkait Penembakan 6 FPI, Polri Belum Pikirkan Sanksi

Sanksi baru bisa diberikan jika tiga anggota Polda Metro Jaya tersebut tidak lagi berstatus sebagai terlapor, tapi sudah berstatus tersangka.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  16:48 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kiri) bersama Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Umar bin Smith memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di DPP Rabithah Alawiyah, Jakarta, Sabtu (30/1/2021). Kunjungan Kapolri ke DPP Rabithah Alawiyah itu untuk bersilaturahim dengan ormas-ormas Islam besar dan ulama di Indonesia. - Antara
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kiri) bersama Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Zein bin Umar bin Smith memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan di DPP Rabithah Alawiyah, Jakarta, Sabtu (30/1/2021). Kunjungan Kapolri ke DPP Rabithah Alawiyah itu untuk bersilaturahim dengan ormas-ormas Islam besar dan ulama di Indonesia. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Polda Metro Jaya belum memberikan sanksi apapun kepada tiga anggotanya yang kini berstatus terlapor dalam perkara tindak pidana pembunuhan enam anggota Laskar FPI di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengemukakan sanksi baru bisa diberikan jika tiga anggota Polda Metro Jaya tersebut tidak lagi berstatus sebagai terlapor, tapi sudah berstatus tersangka.

"Tiga anggota itu kan masih berstatus sebagai terlapor. Proses hukumnya kan masih berjalan," tuturnya, Kamis (4/3/2021).

Kendati demikian, kata Ramadhan, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri tetap memantau perkara tersebut untuk menjatuhkan sanksi jika terbukti.

"Jadi anggota itu diberhentikan melalui proses Dit Propam dan nanti ada juga Dit Tipidum yang akan memantau kasus ini. Sementara kita ikut saja ya prosesnya," katanya.

Sebelumnya, Polri mengungkapkan bahwa ada tiga anggota Polda Metro Jaya yang berstatus sebagai terlapor dalam kasus tindak pidana pembunuhan enam anggota Laskar FPI di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono mengemukakan ketiga anggota Polda Metro Jaya tersebut menjadi terlapor untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM, sesuai instruksi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Rekomendasi dan temuan Komnas HAM, kami sudah jalankan. Saat ini masih terus berproses," tuturnya.

Berkaitan dengan kasus penembakan enam Laskar FPI tersebut, Bareskrim Polri akhirnya batal jadikan enam anggota Laskar FPI yang meninggal dunia sebagai tersangka.

Argo menjelaskan sesuai aturan Pasal 109 KUHP disebutkan bahwa suatu perkara tindak pidana boleh dihentikan jika tersangka meninggal dunia.

 

"Jadi kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan dengan begitu, penyidikan serta status tersangka sudah gugur," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polda metro jaya tol jakarta-cikampek fpi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top