Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Malapetaka Cuaca Ekstrem, Produksi Minyak Amerika Serikat Merosot

Produksi minyak AS telah turun dari 1,5 juta menjadi 1,7 juta barel per hari, mendorong harga emas hitam AS diperdagangkan di atas US$ 60 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  12:55 WIB
Pemandangan pipa minyak di dekat pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma. - - Bloomberg.
Pemandangan pipa minyak di dekat pusat penyimpanan di Cushing, Oklahoma. - - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Cuaca dingin yang ekstrem di Amerika Serikat berdampak pada terganggunya kebutuhan listrik jutaan warga. Selain itu, hawa dingin juga mendatangkan malapetaka pada industri energi itu sendiri.

Produksi minyak AS telah turun dari 1,5 juta menjadi 1,7 juta barel per hari, mendorong harga emas hitam AS diperdagangkan di atas US$ 60 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun.

Kompleks penyulingan di Texas yang menghasilkan hampir setengah dari bahan bakar negara sedang berjuang untuk tetap berjalan tanpa listrik. Beberapa kilang minyak terbesar juga telah ditutup sama sekali, mengancam kurangnya pasokan bensin dan solar di seluruh negeri.

Dan Woodfin, Direktur Senior Manajer Jaringan Electric Reliability Council of Texas, mengatakan bahwa pemadaman bergilir mungkin akan berlangsung sepanjang hari ini. Operator jaringan untuk Midwest AS juga mengatakan permintaan hampir melebihi pasokan pada Senin malam, mendesak konservasi untuk menghindari pemadaman listrik.

Beberapa bulan yang lalu, California juga terpaksa melakukan pemadaman bergilir pertama dalam dua dekade ketika panas yang ekstrem mendorong permintaan listrik melebihi kapasitas.

Peristiwa ini mengejutkan pasar listrik Texas yang sangat terdesentralisasi. Jaringan wilayah dirancang untuk musim panas yang terik, bukan musim dingin yang sedingin es. Perusahaan listrik di sana tidak melakukan pemadaman bergilir sejak 2011. Pembangkit listrik dengan kapasitas gabungan lebih dari 34 gigawatt dipaksa offline semalam, termasuk reaktor nuklir, generator batu bara dan gas, dan pembangkit listrik tenaga angin.

Generator tenaga angin termasuk di antara korban cuaca dingin, dengan bilah turbin yang tidak dapat dioperasikan karena es, fenomena yang mengurangi efisiensi dan pada akhirnya dapat menghentikannya untuk beroperasi. Texas memperkirakan bahwa lebih dari setengah kapasitas tenaga anginnya telah terhenti.

Menurut National Weather Service, sebagian Texas terkadang lebih dingin dari Alaska. Di daerah Dallas-Fort Worth suhunya 5 derajat Fahrenheit. Sedangkan Houston akan dilanda badai yang membawa es dan hujan beku pada Rabu.

"Dataran selatan berada dalam pola dingin. Ini akan memakan waktu lama bagi mereka untuk keluar dari itu," kata David Roth, petugas cuaca senior di Pusat Prediksi Cuaca AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak amerika serikat cuaca ekstrem
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top