Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Targetkan Vaksin Merah Putih Mulai Diproduksi Akhir 2021

Jokowi mengungkapkan vaksin Merah Putih diperkirakan baru bisa diproduksi pada akhir tahun ini karena ternyata prosesnya tidak mudah dan pengembangannya membutuhkan waktu.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  08:37 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan percepatan produksi vaksin Merah Putih. Dia memperkirakan vaksin buatan dalam negeri itu akan bisa mulai diproduksi pada akhir tahun ini.

Jokowi mengungkapkan vaksin Merah Putih diperkirakan baru bisa diproduksi pada akhir tahun ini karena ternyata prosesnya tidak mudah dan pengembangannya membutuhkan waktu.

“Saya juga sudah memerintahkan untuk mempercepat produksi vaksin kita sendiri vaksin Merah Putih tapi juga ini ternyata memerlukan waktu. Mungkin akhir tahun insyaallah bisa diproduksi,” kata Jokowi saat memberikan arahan pada rapat pimpinan TNI - Polri di Istana Negara, Jakarta Senin (15/2/2021).

Hingga kini terdapat enam platform yang mengembangkan vaksin Merah Putih untuk Covid-19, salah satunya Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Lembaga ini diperkirakan dapat menghasilkan bibit vaksin dan menyeragkan kepada PT Bio Farma (Persero) pada Maret 2021.

Dia menerangkan, saat ini pemerintah menargetkan terbentuknya kekebalan komunal atau herd immunity di Indonesia. Namun kondisi itu baru tercapai apabila 70 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 181,5 juta lebih rakyat telah menerima vaksinasi.

Selain itu, pemberian vaksin Covid-19 dilakukan dua kali bagi tiap penerima. Artinya, pemerintah paling tidak memerlukan sekitar 364 juta dosis vaksin untuk diberikan kepada sasaran vaksinasi.

“Bukan angka yang kecil, karena ini akan menghasilkan kekebalan komunal, herd immunity,” terangnya.

Dia juga menerangkan bahwa pemerintah sedang berupaya memperoleh vaksin dari sejumlah negara. Beberapa sasaran vaksin dari luar negeri seperti Pfizer, AstraZeneca, Moderna hingga Sinovac. Dari target ratusan juta dosis, sedikitnya baru 28 juta dosis vaksin dari Sinovac yang telah tiba dan digunakan di Tanah Air.

Jokowi menyebutkan bahwa dosis vaksin menjadi rebutan 215 negara sehingga tidaklah mudah untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Meskipun demikian, dia menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di dalam negeri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah sudah memesan 426 juta dosis vaksin yang berasal dari empat perusahaan dan negara yang berbeda. 

Dia menyebutkan bahwa jutaan dosis vaksin tersebut akan datang dalam beberapa gelombang. Pada Januari 2021 sebanyak 3 juta dosis vaksin, Februari 4,7 juta, Maret 8,5 juta, April 16,6 juta, Mei 24,9 juta dan Juni 34,9 juta dosis vaksin.

"Itu di dalam perencanaan yang telah kami buat, ini bisa berubah lebih banyak lagi, saya harapkan," kata Jokowi, Jumat (15/1/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi eijkman bio farma Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top