Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak, Menkes BGS Minta Jokowi Tidak Panik

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan pada tahun ini testing Covid-19 diperkirakan bisa menyasar 25 juta orang sehingga kasus Covid-19 berpotensi mengalami lonjakan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  15:53 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak panik ihwal peningkatan kasus Covid-19 yang diprediksi mencapai 1,7 juta pasien pada tahun 2021.

Dari jumlah itu, Menkes Budi menambahkan, kontak erat Covid-19 diasumsikan mencapai 25 juta orang dengan kemampuan lacak 1 kasus berbanding 15 orang.

“Saya sudah ingatkan ke Pak Presiden, ini terjadi di India, ini strategi di India yang terjadi nanti jumlah kasus akan naik karena akan lebih banyak yang terlihat,” kata Budi saat Rapat Kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa (9/2/2021).

Di sisi lain, dia juga meminta Komisi IX DPR RI untuk tidak turut khawatir dan cemas. Malahan, dia meminta bantuan anggota dewan untuk meredam kepanikan yang mungkin bakal timbul di tengah masyarakat ke depan.

“Saya juga akan update di forum terhormat ini bapak ibu tidak usah panik lebih baik kita lihat riilnya seperti apa sehingga strategi kita benar dari pada kita lihat seakan-akan hanya sedikit kita senang padahal kenyataannya jauh lebih banyak,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan memprediksi total kasus positif Covid-19 di Indonesia bisa terus meningkat hingga mencapai 1,7 juta kasus hingga akhir 2021.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan total kasus positif Covid-19 diperkirakan bisa mencapai 1,7 juta kasus jika penambahan harian kasus Covid-19 masih cukup tinggi seperti saat ini.

Berdasarkan data Kemenkes yang disampaikan pada rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, tercatat bahwa rata-rata kasus pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2020 ialah 2.557 kasus.

Kemudian, rata-rata kasus pada November 2020 hingga Januari 2021 ialah 5.814 kasus. Selanjutnya, rata-rata kasus per hari 2.557 ditambah 6.814 dibagi dua maka totalnya 4.686 kasus. Apabila 4.686 kasus dikalikan 365 hari maka totalnya ialah 1,7 juta kasus.

"Perhitungan rata-rata kalau kita lihat kasusnya andaikan kasusnya itu masih berjalan seperti sekarang dengan upaya berbagai macam [penanganan] pandemi, dan perhitungannya untuk tahun 2021 ini kami melihat mungkin perkiraan total kasus positif itu mencapai 1,7 juta kasus," ujar Dante dalam Raker dengan Komisi IX DPR RI, Senin (8/2/2021).

Untuk menggenjot tracing, Kemenkes juga bakal melibatkan 80.000 personil TNI-Polri. Langkah itu diambil untuk memenuhi standar pelacakan kontak erat yang disusun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebanyak 30 pelacak kontak per 100 ribu penduduk. Misalkan, penduduk Indonesia berjumlah 299 juta maka dibutuhkan hampir 80.000 pelacak kontak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi menkes Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top