Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! Kemenkes Perkirakan Kasus Covid-19 Tembus 1,7 Juta pada 2021

Total kasus positif Covid-19 di Indonesia diperkirakan bisa mencapai 1,7 juta kasus jika penambahan harian kasus Covid-19 masih cukup tinggi seperti saat ini.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  16:24 WIB
Duh! Kemenkes Perkirakan Kasus Covid-19 Tembus 1,7 Juta pada 2021
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan memprediksi total kasus positif Covid-19 di Indonesia bisa terus meningkat hingga mencapai 1,7 juta kasus hingga akhir 2021.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan total kasus positif Covid-19 diperkirakan bisa mencapai 1,7 juta kasus jika penambahan harian kasus Covid-19 masih cukup tinggi seperti saat ini.

Berdasarkan data Kemenkes yang disampaikan pada rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, tercatat bahwa rata-rata kasus pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2020 ialah 2.557 kasus.

Kemudian, rata-rata kasus pada November 2020 hingga Januari 2021 ialah 5.814 kasus. Selanjutnya, rata-rata kasus per hari 2.557 ditambah 6.814 dibagi dua maka totalnya 4.686 kasus. Apabila 4.686 kasus dikalikan 365 hari maka totalnya ialah 1,7 juta kasus.

"Perhitungan rata-rata kalau kita lihat kasusnya andaikan kasusnya itu masih berjalan seperti sekarang dengan upaya berbagai macam [penanganan] pandemi, dan perhitungannya untuk tahun 2021 ini kami melihat mungkin perkiraan total kasus positif itu mencapai 1,7 juta kasus," ujar Dante dalam Raker dengan Komisi IX DPR RI, Senin (8/2/2021).

Dengan prediksi total kasus mencapai 1,7 juta kasus, Dante mengungkapkan Kemenkes telah melakukan estimasi kebutuhan anggaran untuk penanganan Covid-19 pada tahun ini.

"Dengan prediksi 1,7 juta kasus ini maka kami melakukan estimasi anggaran berdasarkan hal tersebut. Dengan asumsi tersebut, total tambahan anggarannya Rp134,46 triliun yang dialokasikan menjadi dua hal besar yaitu untuk pencegahan dan perawatan," ujarnya.

Dia menuturkan, tambahan anggaran untuk penanganan Covid-19 tersebut dialokasikan dalam tiga program yaitu untuk anggaran diagnostik, terapeutik dan vaksinasi Covid-19.

Adapun, alokasi terbesar ialah untuk terapeutik yaitu mencapai Rp61,85 triliun. Mayoritas anggaran tersebut ialah untuk klaim pasien yaitu mencapai Rp32,33 triliun. Kemudian, disusul untuk insentif tenaga kesehatan yaitu mencapai Rp16,83 triliun.

Sementara itu, alokasi untuk pencegahan yaitu testing dan tracing jumlahnya Rp13,76 triliun, sedangkan alokasi untuk program vaksinasi Covid-19 ialah RP58,18 triliun. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp670 miliar untuk untuk penelitian.

Untuk diketahui, anggaran Kemenkes pada 2021 ialah Rp84,3 triliun. Namun, untuk penanganan Covid-19, Kemenkes membutuhkan tambahan anggaran Rp134,46 triliun.

Wamenkes mengungkapkan tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung upaya pemerintah melandaikan kurva Covid-19 dengan memprioritaskan upaya preventif melalui strategi diagnostik dan vaksinasi.

Selanjutnya, tambahan anggaran dibutuhkan untuk melindungi sistem kesehatan dan SDM kesehatan melalui strategi terapeutik dengan meningkatkan kapasitas rumah sakit, ketersediaan Nakes, Alkes dan obat.

Tambahan anggaran juga dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan vaksin nasional, sambil meningkatkan kapabilitas penelitian domestik.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenkes per hari ini, Senin (8/2/2021) total kasus positif Covid-19 mencapai 1.166.079 kasus. Adapun, kasus sembuh mencapai 963.028 kasus dan kasus meninggal telah menembus angka 31.763 kasus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top