Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Darurat Covid-19, Kemenkes & TNI Turun Tangan Lakukan Tracing di Daerah

Kementerian Kesehatan dibantu TNI-Polri melakukan tracing hingga ke tingkat desa untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  13:57 WIB
Pendemo yang terjaring menjalani tes usap di Pos Polisi Cengkareng, Jakarta, Rabu (7/10/2020). - Antara\r\n\r\n
Pendemo yang terjaring menjalani tes usap di Pos Polisi Cengkareng, Jakarta, Rabu (7/10/2020). - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan TNI melaksanakan 3T (testing, tracing, dan treatment). Hal tersebut dilakukan sampai ke tingkat desa untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kemenkes bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk memastikan bahwa tracing atau pelacakan dilakukan sampai ke level paling kecil, paling rendah di seluruh desa dan kabupaten/kota, di seluruh RT dan RW.

“Peperangan melawan Covid-19 dibutuhkan jaringan level terbawah, itu sebabnya kami bekerjasama dengan TNI dan Polri karena TNI dan Polri lah yang mempunyai jaringan intelijen, jaringan penghubung sampai ke level-level terkecil di bawah bekerjasama dengan masyarakat,” katanya mengutip keterangan pers Kemenkes, Selasa (9/2/2021).

Budi mengatakan tugas bidang kesehatan harus dibantu TNI Polri untuk bisa membantu sistem pertahanan bersama dengan rakyat menghadapi ancaman Covid-19, tujuannya agar generasi muda Indonesia jauh lebih siap menghadapi setiap ancaman.

“Kita sekarang menghadapi ancaman [Covid-19] tidak mungkin kami melakukan sendiri, kami harus melakukan bersama-sama, tidak mungkin kami secara eksklusif di Kementerian Kesehatan melakukan sendiri harus secara inklusif dibantu rekan-rekan sekalian,” ucap Budi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan TNI akan mengerahkan 27.866 Bintara Pembina Desa (Babinsa), 1.768 Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar), dan 102 Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpot Dirga) di 7 provinsi di Jawa dan Bali yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Dia menjelaskan, sebelum diterjunkan ke wilayah kerjanya masing-masing para Babinsa, Babinpotmar, dan Babinpot Dirga akan diberi pelatihan menjadi tracer Covid-19.

“Hal ini supaya di samping bertugas sebagai penegak disiplin protokol kesehatan, para prajurit TNI tersebut dapat membantu pemerintah untuk melaksanakan tracing Covid-19 di tengah masyarakat,” kata Panglima TNI.

Selain itu, TNI juga telah menyiapkan tenaga kesehatan TNI sebagai vaksinator untuk mendukung program vaksinasi nasional yang telah dicanangkan. Saat ini TNI telah memiliki 1.008 vaksinator terverifikasi dan akan meningkatkan jumlah tersebut dengan melatih 10.000 vaksinator baru.

TNI juga telah menyiapkan perangkat rantai dingin berupa coolbox yang telah didistribusikan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut TNI termasuk di 7 provinsi yang menjadi titik berat PPKM skala mikro.

Diharapkan dengan kesiapan SDM dan fasilitas kesehatan tersebut TNI dapat mendukung program PPKM skala mikro yang berlaku mulai 9 Februari hingga 22 Februari 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni kemenkes panglima tni Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top