Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hanya Butuh 3 Bulan, China Rampungkan Regulasi Anti Monopoli

China berkomitmen mempraktikkan regulasi anti monopoli untuk menciptakan iklim pasar yang adil dan berdaya saing.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  10:54 WIB
Partai Komunis China - Istimewa
Partai Komunis China - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – China merampungkan regulasi anti monopoli terhadap praktik industri teknologi hanya dalam waktu 3 bulan setelah mengumumkan drafnya pada tahun lalu.

Regulasi tersebut nantinya mengatur sejumlah hal antara lain berbagai data konsumen yang sensitive, membentuk aliansi untuk menekan rival, pemberian subsidi untuk menghilangkan kompetitor.

State Administration for Market Regulation (SAMR) pertama kali merilis draf regulasi anti monopoli kepada legislator pada November lalu.

Formalisasi regulasi ini tergolong super cepat jika dibandingkan dengan regulasi anti monopoli di sektor otomotif yang membutuhkan waktu pengesahan hingga satu tahun lamanya.

“Formalisasi kebijakan yang hanya membutuhkan waktu 3 bulan ini mengindikasikan komitmen Beijing untuk memberantas praktik monopoli,” kata pengacara monopoli Scott Yu dari Zhong Lun Law Firm, dikutip dari Bloomberg, Senin (8/2/2021).

SAMR menyatakan dugaan tindakan monopoli menunjukkan peningkatan selama beberapa tahun terakhir. China akan mempraktikkan regulasi anti monopoli untuk menciptakan iklim pasar yang adil dan berdaya saing.

Hingga saat ini, Alibaba masih menjadi target paling tinggi dari regulasi. Tetapi, hal ini tidak berarti membuat perusahaan lain bebas dari incaran regulasi ini.

Peritel diskon Vipshop Holdings Ltd. tercatat didenda 3 juta yuan (US$464.000) karena sudah melakukan praktik monopoli.

Lebih lanjut, SAMR menyatakan pihaknya juga memberikan sanksi kepada Alibaba dan Tencent Holdings Ltd. yang terafilisasi dengan China Literature Ltd. senilai 500.000 yuan masing-masing atas akuisisi yang lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china alibaba

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top