Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gempa M7,0 di Sulut, Lima Rumah Warga & Gereja Dilaporkan Rusak

Berdasarkan data BPBD per 22 Januari 2021, pukul 08.00 WIB, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa M7,0 di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  14:26 WIB
Tembok belakang salah satu rumah warga yang roboh akibat gempa M7.0 pada Kamis (21 - 1) pukul 19.23 / Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud
Tembok belakang salah satu rumah warga yang roboh akibat gempa M7.0 pada Kamis (21 - 1) pukul 19.23 / Dok. BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah rumah warga dan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan pascagempa M7,0 yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada Kamis (21/1/2021) malam.

Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud melaporkan sebanyak 2 unit rumah mengalami rusak ringan dan 3 unit terdampak.

"Tingkat kerusakan pada ketiga unit rumah tersebut masih dalam proses pendataan petugas di lapangan," ujar Raditya Jari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB seperti dikutip dalam keterangan resmi, Jumat (22/1/2021).

Adapun, dua unit rumah yang mengalami rusak ringan berada di Desa Rae, Kecamatan Beo Utara, sedangkan rumah terdampak lainnya diidentifikasi masing-masing di Desa Ganalo, Kecamatan Tampan Amma, Desa Mala, Kecamatan Melonguane dan Desa Bantik, Kecamatan Beo.

Di samping tempat tinggal, gempa juga mengakibatkan 1 unit gereja terdampak di Desa Ganalo, Tampan Amma dan RSUD di Desa Mala, Melonguane.

Pantauan sementara BPBD menyebutkan kerusakan minor teridentifikasi pada RSUD. Laporan tingkat kerusakan bangunan masih dalam pendataan petugas di lapangan. Berdasarkan data BPBD per 22 Januari 2021, pukul 08.00 WIB tersebut, belum ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. 

Pascagempa, tim BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud melakukan pendataan, koordinasi dengan instansi terkait, serta evakuasi keluarga terdampak.

Berdasarkan analisis InaRISK, Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 18 kecamatan pada kabupaten tersebut berada pada potensi bahaya dengan kategori tersebut. 

Dilihat dari sisi risiko, sebanyak 86.759 jiwa berpotensi terpapar bahaya gempa bumi di 18 kecamatan, Kabupaten Kepulauan Talaud dengan luas bahaya 75.479 hektare.

Selain itu, masyarakat di Kepulauan Talaud memiliki catatan historis terdampak gempa dengan magnitudo besar, seperti pada 1914, 1957, 1969, dan 2009.

Data bencana gempa menunjukkan bahwa korban jiwa terjadi dikarenakan reruntuhan bangunan dan bukan guncangan gempa. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa bnpb sulawesi utara bencana alam
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top