Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mensos Risma Minta Pemda Siapkan Stok Cadangan Logistik, Mengapa?

Mensos Risma meminta Pemda menyiapkan cadangan logistik untuk mengantisipasi kekosongan logistik saat bencana alam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  19:23 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini memaparkan realisasi anggaran Kemensos 2020 kepada Komisi VIII DPR RI, Kamis (14/1/2021).  -  Dok. Kemensos RI
Menteri Sosial Tri Rismaharini memaparkan realisasi anggaran Kemensos 2020 kepada Komisi VIII DPR RI, Kamis (14/1/2021). - Dok. Kemensos RI

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan stok cadangan logistik di sejumlah titik rawan bencana. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan logistik saat terjadi bencana alam.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan Pemda perlu menyiapkan cadangan logistik agar proses distribusi bantuan ke daerah yang mengalami bencana dapat dilakukan dengan lebih cepat.

"Kami berharap pemerintah daerah punya stok cadangan makanan sendiri, selain dari Bulog," kata Risma saat mengunjungi lokasi banjir di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (18/1/2021).

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengunjungi Pondok Pesantren Arrosyid di Kecamatan Bangsalsari yang merupakan salah satu pesantren terdampak paling parah saat terjadi banjir, kemudian kunjungan dilanjutkan ke posko pengungsian di Kantor Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.

"Jika mengambil stok cadangan dari gudang Bulog mungkin butuh waktu yang lama, sehingga harusnya pemerintah daerah memiliki cadangan logistik sendiri di titik rawan bencana," ujarnya.

Risma mengatakan sebagai langkah cepat harusnya disediakan stok bahan makanan cadangan di Jember karena saat ini gudang logistik dan sembako di BPBD Jember kosong karena belum memiliki Perbup atau Perda APBD tahun anggaran 2021.

"Keberadaan stok cadangan bahan makanan sangat penting karena yang utama dalam penanganan bencana, harusnya stok makanan harus tersedia dulu di daerah, sehingga langsung ditangani," ujarnya.

Risma menilai bencana banjir di Kecamatan Bangsalsari dan Tempurejo memang diduga karena kerusakan hutan, sehingga perlu diantisipasi dengan proses cadangan logistiknya.

"Untuk di Jember, saya kira sudah bagus karena penanganannya melibatkan lintas sektor dan beberapa daerah sekitar. Penanganan bencana di Pulau Jawa tidak sulit karena integrasinya cepat, namun beda halnya dengan di luar Jawa," kata Risma.

Dia menilai penanganan bencana alam di Kabupaten Jember sudah maksimal karena akses jalannya ke lokasi bencana sendiri juga tidak sulit dibandingkan dengan daerah lain.

Kemensos juga mendistribusikan berbagai bahan makanan dan kebutuhan bayi, serta ibu hamil untuk para pengungsi banjir di Kecamatan Tempurejo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana alam mensos tri rismaharini

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top