Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Syekh Ali Jaber Meninggal, Sempat 17 Hari Gunakan Ventilator

Pria bernama lengkap Ali Sholeh Mohammed Ali Jaber merupakan lahir di Madinah 3 Februari 1976.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  11:20 WIB
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA - Dian Hadiyatna)
Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung, Senin.(14/9/2020). (ANTARA - Dian Hadiyatna)

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu ulama Indonesia, Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada Kamis (14/1/2021) pukul 08.30 WIB.

Pria bernama lengkap Ali Sholeh Mohammed Ali Jaber merupakan lahir di Madinah 3 Februari 1976, dan menjadi hadiz Qur'an sejak usia 11 tahun.

Namanya sempat mencuat saat terjadi kasus penusukan pada 13 September 2020.  Kala itu, Syekh Ali Jaber ditikam oleh orang yang tidak dikenal saat berceramah di Masjid Falahuddin, Sukajawa, Bandar Lampung. 

Pada kejadian tersebut, dia mengalami luka tusuk bagian lengan kanan.

Ustaz Yusuf Mansyur melalui akun Instagramnya mengabarkan, bahwa sebelum meninggal, Syekh Ali sudah dirawat di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih di Jakarta, dan sudah 17 hari menggunakan ventilator serta sempat kritis.

"Saya sudah sebar minta doa ke teman-teman ustaz, ulama, gus gus se-Nusantara, kasih tahu Syakh Ali kritis sudah mau dipasang alat jantung dan sebagainya," ujar Yusuf.

Kendati demikian, Yusuf menegaskan bahwa Syekh Ali tidak dalam kondisi positif Covid-19. 

Yusuf merasa kehilangan, lantaran Syekh Ali pada awal menjadi pendakwah meninggalkan negaranya, pindah dan menjadi warga negara Indonesia, serta berdakwah di Indonesia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ulama Syekh Ali Jaber
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top