Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut Pandjaitan Turunkan Kapal Canggih Cari Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Kapal riset Kemenko Marven merupakan hasil kolaborasi Indonesia dengan Korea Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  15:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menerjunkan kapal riset dan pelatihan ARA boat untuk mendukung pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Pengiriman bantuan tersebut dilakukan atas perintah Menko Marves Luhut B Pandjaitan.

Kapal tersebut memiliki sejumlah fitur canggih dalam melakukan proses pencarian objek di kedalaman di bawah 100 meter.

“Kami dari Kemenko Marves mendapatkan arahan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan untuk membantu proses pencarian dari Pesawat Sriwijaya Air SJ-182,” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin dalam keterangannya, Minggu (10/1/2021).

“Tugas kami membantu mencari jejak pecahan pesawat sehingga kita bisa melihat melalui perbedaan ketinggian sentimeter untuk mencari sebaran materi di dasar laut terkait pesawat tersebut,“ tambahnya.

Kapal riset Kemenko Marven merupakan hasil kolaborasi Indonesia dengan Korea Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC).

Armada tersebut memiliki radar GPS canggih dengan teknologi seperti Multi Beam Echosounder, Dual Channel Single Beam Echosounder, Sub Bottom Profiler untuk melihat kondisi di dasar laut, CTD dan sensor untuk pengukuran PH, serta Grab Sampler.

“Kapal ini sudah siap berangkat dari Cirebon dengan ukuran kapal sepanjang 12 meter dengan kapasitas 8 orang awak kapal,” terangnya.

Direktur Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Didi Hamzar mengizinkan Kemenko Marves untuk bergabung dalam proses pencarian dan dapat berkoordinasi dengan tim di lapangan.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari Kemenko Marves. Nantinya dapat berkoordinasi dengan tim di lapangan, yaitu Kepala Koordinator Misi SAR,” terangnya.

Senada, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara yang diwakili oleh Sekretaris Direktur Nur Isnin Istiartono mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas bantuan dari Kemenko Marves terkait kapal pencari dan riset ARA Boat.

“Kami mengapresiasi adanya penyiapan kapal ini dengan cepat untuk melakukan proses pencarian, tetapi nantinya perlu untuk tetap berkoordinasi dengan Basarnas sebagai koordinator pencarian akan hilangnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182,” katanya.

Sejumlah tim gabungan turut serta dalam proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Beberapa di antaranya TNI Angkatan Laut, Polisi Air, Badan SAR Nasional, BNPB dan Kementerian Perhubungan hingga sejumlah relawan termasuk PMI dan ACT.

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta - Pontianak semula hilang kontak pada pukul 14.40, Sabtu (9/1/2021) setelah baru berada di udara sekitar 4 menit. Badan SAR Nasional bersama sejumlah instansi lainnya ikut melakukan pencarian sisa puing pesawat tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sriwijaya air kecelakaan pesawat Luhut Pandjaitan
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top