Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melanggar UU Keamanan Nasional, Kepolisian Hong Kong Blokir Situs Lokal

Departemen Keamanan Nasional dari Kepolisian Hong Kong memblokir hkchronicles.com, tanpa menentukan konten mana yang melanggar hukum. Situs web tersebut diketahui sering memuat artikel-artikel pro-demokrasi.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  12:54 WIB
Deretan gedung pencakar langit di kawasan bisnis Hong Kong menjelang terbenamnya matahari, Kamis (13/6/2019). - Reuters/Tyrone Siu
Deretan gedung pencakar langit di kawasan bisnis Hong Kong menjelang terbenamnya matahari, Kamis (13/6/2019). - Reuters/Tyrone Siu

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi Hong Kong memblokir situs berita lokal setelah diduga melanggar Undang-Undang Hukum Keamanan Nasional.

Dikutip dari Ming Pao dan Bloomberg, ini adalah pertama kalinya polisi menegakkan aturan baru tersebut.

Departemen Keamanan Nasional dari Kepolisian Hong Kong memblokir hkchronicles.com, tanpa menentukan konten mana yang melanggar hukum. Situs web tersebut diketahui sering memuat artikel-artikel pro-demokrasi.

Ming Pao melaporkan bahwa polisi Hong Kong menolak mengomentari kasus individu pada hari Jumat lalu (8/1/2021). Namun, pihak berwenang mengutip Pasal 43 Undang-Undang Keamanan Nasional, yang menyatakan bahwa petugas dapat memerintahkan penyedia layanan untuk memblokir akses ke informasi elektronik yang dianggap mungkin merupakan kejahatan yang membahayakan keamanan nasional atau mengakibatkan kejahatan semacam itu.

Polisi mengatakan mereka akan mengambil tindakan sesuai dengan hukum, tergantung situasinya.

Undang-undang keamanan nasional diberlakukan oleh Beijing di bekas koloni Inggris pada bulan Juni 2020 lalu dan keputusan ini memicu kecaman internasional yang dipimpin oleh AS. Beijing dianggap mengingkari janji untuk menjamin kebebasan unik kota tersebut setelah kembali ke pemerintahan China.

Tidak hanya itu, minggu ini, kepolisian Hong Kong melakukan penangkapan terhadap 53 tokoh opisisi Hong Kong. Penangkapan ini dilakukan di bawah ranah undang-undang baru tersebut.

Dikutip dari South China Morning Post, sekitar 1.000 petugas polisi menggerebek beberapa lokasi pada hari Rabu, menangkap 53 orang aktivis Hong Kong karena diduga melakukan atau mencalonkan diri dalam pemilihan putaran pertama blok oposisi Juli lalu di mana lebih dari 600.000 pemilih berpartisipasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top