Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG Beri Peringatan Dini soal Tinggi Gelombang Perairan 30-31 Desember

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 30 Desember 2020  |  12:51 WIB
Deretan perahu nelayan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang diparkir di bibir pantai karena nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi pada Kamis (20/2/2020). - Antara/Nirkomala
Deretan perahu nelayan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang diparkir di bibir pantai karena nelayan tidak melaut akibat gelombang tinggi pada Kamis (20/2/2020). - Antara/Nirkomala

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah wilayah perairan Indonesia diperkirakan dapat mengalami gelombang tinggi pada periode akhir tahun, 30-31 Desember 2020.

Hal itu disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui peringatan dininya. Dalam rilis tersebut, BMKG memperkirakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan 3 - 20 knot.

Sementara itu, pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan 3 - 30 knot.

"Tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna utara, Perairan Kep. Anambas, Perairan Kep. Natuna, dan Selat Sunda bagian selatan," demikian keterangan resmi BMKG.

Berdasarkan pantaun BMKG, sejumlah perairan juga diperkirakan masih mengalami gelombang rendah (0,5m - 1,25m). Gelombang rendah diperkirakan terjadi di Perairan Riau, Perairan Kep. Batam, Selat Sunda bagian utara, Perairan Kep. Seribu, Teluk Jakarta, Perairan Semarang - Demak, Perairan Gresik - Surabaya, Perairan Kalimantan Timur, Perairan Kep. Selayar, Selat Makassar bagian tengah, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi bagian barat, dan Selat Gelasa.

Kondisi serupa juga diproyeksikan terjadi Laut Bali, Selat Bali bagian utara, Selat Lombok bagian utara, Selat Sape bagian utara, Selat Sape bagian selatan, Perairan Kupang - P. Rotte, Laut Flores, Perairan selatan Ambon, Laut Banda, Laut Seram.

Untuk gelombang sedang (1,25m-2,5m), diperkirakan terjadi di beberapa perairan Indonesia di antaranya Perairan utara Sabang, Selat Malaka bagian utara, Selat Malaka bagian tengah, Perairan Kep. Bintan, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian tengah, Laut Jawa bagian timur, Perairan Kotabaru, dan Selat Makassar bagian selatan.

Selain itu, gelombang sedang diperkirakan terjadi di Laut Natuna, Selat Karimata bagian utara, Selat Karimata bagian selatan, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Laut Arafuru, Laut Maluku, Perairan barat Kep. Halmahera, Perairan utara Papua Barat, Perairan P. Biak - Jayapura.

Untuk potensi gelombang tinggi (2,5 m - 4,0 m) berpeluang terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Perairan Kep. Natuna, Perairan Kep. Anambas.

"Selanjutnya, potensi gelombang sangat tinggi (4,0 m - 6,0 m) berpeluang terjadi di Laut Natuna utara," demikian keterangan resmi BMKG.

BMKG Peringatan Dini Tinggi Perairan

Data proyeksi tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 30-31 Desember 2020/BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan, dan juga kapal tongkang, kapal ferry, kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar utuk mewaspadai tinggi gelombang dan kecepatan angin tertentu.

"Dimohon kepada para masyarakat yang tinggal serta beraktifitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BMKG gelombang tinggi
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top