Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korsel Tutup Obyek Wisata Selama Liburan Natal dan Tahun Baru

Angka harian kasus baru di negara itu kembali melonjak dari yang sebelumnya kurang dari 100 kasus pada awal bulan lalu menjadi rekor tertinggi 1.097 kasus pada Sabtu (19/12/2020).
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  23:42 WIB
Para karyawan dari sebuah perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun subway di tengah ketakutan Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020). - Antara
Para karyawan dari sebuah perusahaan layanan desinfeksi membersihkan stasiun subway di tengah ketakutan Virus Corona di Seoul, Korea Selatan, Rabu (11/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Selatan menyatakan akan menutup resor-resor ski dan atraksi wisata lainnya selama liburan Natal dan Tahun Baru di tengah lonjakan kasus virus Corona.

Angka harian kasus baru di negara itu kembali melonjak dari yang sebelumnya kurang dari 100 kasus pada awal bulan lalu menjadi rekor tertinggi 1.097 kasus pada Sabtu (19/12/2020).

Perdana Menteri Chung Sye-kyun pada Selasa (22/12/2020) mengumumkan langkah-langkah khusus yang akan diberlakukan mulai Kamis (24/12/2020) hingga 3 Januari 2021 guna menghambat penyebaran virus.

Dilansir dari Yonhap News, Sye-kyun mengungkapkan lokasi-lokasi yang akan ditutup mencakup 179 resor ski, tempat seluncur es, berbagai fasilitas lainnya, serta juga taman-taman nasional dan lokasi yang populer untuk menyaksikan matahari terbit pertama di awal tahun.

Penutupan tersebut sebelumnya diikuti oleh larangan perkumpulan yang melibatkan lima orang atau lebih dari hari Rabu (23/12/2020) hingga 3 Januari 2021. Pelarangan perkumpulan baru tersebut juga akan diberlakukan di Provinsi Gyeonggi yang bertetangga dan Kota Incheon.

Pelarangan itu berlaku bagi seluruh perkumpulan di dalam dan luar ruang kecuali pemakaman dan pernikahan. Pelanggaran akan dikenakan denda.

Pada Selasa (22/12/2020) Korea Selatan mencatat penambahan kasus positif Covid-19 baru sebanyak 869 kasus, termasuk 824 infeksi lokal, meningkatkan total beban kasus menjadi 51.460.

Penghitungan tersebut menandai penurunan dari 926 kasus pada Senin (21/12/2020), 1.097 kasus pada Minggu (20/12/2020), 1.053 kasus pada Sabtu (19/12/2020), dan 1.062 kasus pada Jumat (18/12/2020).

Sebanyak 24 orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah kematian menjadi 722. Itu adalah hari kedua berturut-turut di mana negara melaporkan total kematian harian tertinggi. Tingkat kematian adalah 1,4 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top