Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Profil Gus Yasin, Penantang Suharso Monoarfa Dalam Bursa Ketum PPP

Pertarungan menarik untuk memperebutkan kursi Ketua Umum PPP akan mempertemukan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 18 Desember 2020  |  13:20 WIB
Ini Profil Gus Yasin, Penantang Suharso Monoarfa Dalam Bursa Ketum PPP
Dari kiri Cagub Jateng Ganjar Pranowo Ketua Kadin Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono, Cawagub Jateng Taj Yasin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa calon Ketua Umum PPP yang akan dipilih dalam Muktamar ke-IX PPP di Makassar, Sulawesi Selatan kian mengerucut. Salah satu nama yang telah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Ketum PPP adalah Taj Yasin Maimun atau yang kerap disapa Gus Yasin.

Gus Yasin adalah putra dari KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, salah satu ulama besar di Kecamatan Serang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Gus Yasin lahir pada 2 Juli 1983. Dia menghabiskan masa kecil dan mudanya di tempat kelahirannya tersebut. 

Selain itu, suami dari Nawal Nur Arafah itu juga tercatat sebagai salah satu pengajar di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang. Pada Pilkada 2018 lalu dia berhasil meraih kursi Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Ganjar Pranowo untuk periode 2018-2023. 

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sebelum menjadi wakil gubernur, Gus Yasin merupakan Anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Dia berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 3 yang meliputi Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan). 

Dia duduk di Komisi E yang membidangi pengawasan dalam bidang kesra, agama, pendidikan, olahraga, pemuda, dan bidang terkait.

Di kancah politik, Gus Yasin tercatat beberapa kali menjabat posisi strategis di partai berlambang kabah tersebut mulai dari Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Sarang Rembang, Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah, hingga Wakil Bendahara DPP PPP.

Seperti diketahui Gus Yasin akan melawan inkumben Suharso Monoarfa dalam perebutan kursi Ketua Umum PPP yang digelar pada hari ini.

Ketua Steering Committee Muktamar PPP Amir Uskara membenarkan kemungkinan terjadinya kontestasi antara dua elit PPP tersebut.

Dia mengemukakan pendaftaran untuk pemilihan ketua akan dilakukan saat acara Muktamar berlangsung. Aturannya jelas, syaratnya adalah pernah menjabat pengurus tingkat DPP pusat, maupun DPW atau provinsi selama satu priode.

Adapun melihat status Taj Yasin, menjabat Ketua DPC PPP tingkat kabupaten, apakah memenuhi syarat, Amir belum bisa memberikan jawaban apakah yang bersangkutan bersyarat atau tidak, sebab yang menentukan ada adalah Muktamirin (peserta).

"Saya belum bisa sampaikan apakah dia (Taj Yasin) bersyarat atau tidak, nanti dilihat pada saat verifikasi. Selanjutnya diserahkan ke Muktamirin apakah bersyarat atau bisa calon," kata dia.

Mengenai persiapan Muktamar ke-IX yang akan dibuka di Makassar 18 Desember 2020, kata dia, sudah rampung. Panitia telah menyiapkan dua hotel yakni Hotel Claro dan Hotel Mercure untuk mengurangi terjadinya kerumunan. Kedua hotel ini disiapkan karena saling berdekatan.

"Ada tiga ruangan kita gunakan, dua di Hotel Claro dan satu Hotel Mercure. Untuk pembukaan nanti di Hotel Claro dilaksanakan secara virtual dan rencananya dibuka oleh Presiden Jokowi dari istana Bogor," papar dia.

Muktamar PPP kali ini berbeda dari sebelumnya, karena masa pandemi coronavirus disease (COVID-19) protokol kesehatan menjadi hal utama yang diwajibkan.

Selain Kota Makassar sebagai tempat pembukaan, pengurus PPP provinsi dan kabupaten kota lain juga menyaksikan di wilayah masing-masing karena telah dibagi menjadi 10 zona.

Muktamar IX PPP tahun ini bertemakan 'Merawat Persatuan dengan Pembangunan' digelar secara virtual pada 10 zona di Indonesia seperti Medan, Padang, Palembang, Tangerang, Bogor, Semarang, Surabaya, Samarinda, Manado dan Makassar.

"Jadi yang hadir itu (di Makassar) hanya pengurus inti, sebab saran dari Satgas COVID-19 Nasional dan Kapolri tidak melakukan mobilisasi peserta ke Makassar karena angka COVID-19 terus meningkat. Di Makassar hanya boleh hadir 125 orang dan maksimal 135 orang. Tapi saat pembukaan dibatasi hanya 200 orang dalam ruangan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar ppp Muktamar PPP
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top