Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pilkada, Begini Peran Penting Lembaga Pemantau Pemilu

Lembaga pemantau pemilu dinilai berperan penting untuk menghindari kecurangan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 06 Desember 2020  |  01:39 WIB
Ilustrasi relawan menunjukkan surat suara pilkada. - Antara
Ilustrasi relawan menunjukkan surat suara pilkada. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga pemantau pemilihan umum (pemilu) memiliki peran sangat penting agar pilkada terhindar dari kecurangan dan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Oleh karena itu, organisasi pemantau pemilu perlu memperluas perannya, tidak hanya bekerja pada saat pemilihan umum, tapi juga terlibat dari hilir dalam hal prosesnya.

“Organisasi pemantau pemilu harus juga memastikan pelaksanaan pilkada berjalan baik termasuk sehat dan terbebas dari penularan Covid-19. Semoga Pilkada lancar, semua pihak sehat dan tidak terjadi klaster baru Covid-19,” kata Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro saat menjadi pembicara kunci webinar Bimbingan Teknis Pemantau Pemilu Pilkada 2020 Network for Indonesian Democratic Society (Netfid), Sabtu (5/12).

Pada kesempatan ini, Juri yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, menyampaikan pentingnya peran organisasi pemantau Pemilu.

Untuk itu, dia menekankan pemantau pemilu tidak satu arah dan harus menyeluruh ke seluruh pihak yang terlibat dalam pemilu. “Hingga kini, pemantau pemilu masih relevan keberadaannya. Terlebih, semua pihak yang terlibat dalam pemilu punya potensi melakukan kecurangan atau pelanggaran dalam meraup suara,” ungkapnya.

Dia mengingatkan pula bahwa pemantau pemilu merupakan orang terpilih yang merupakan pribadi atau organisasi yang kredibel. Bahkan, dalam pandangannya, pemantau pemilu bisa menjadi tumpuan dalam demokratisasi dan harus menjadi alternatif bagi upaya memperbaiki pemilu.

Juri juga menegaskan bahwa orang-orang yang terlibat dalam pemantau pemilu harus punya sifat kerelawanan dengan tidak mengharapkan honor.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pembina Netfid Lestari Nurhajati berharap pemantau pemilu tidak hanya bekerja dalam hal prosedural, melainkan juga secara substansial.

“Konsep pemantauan harus di semua lini. Pemantau akan jadi luar biasa jika sangat mampu membagi pekerjaan di beberapa sektor. Semua pihak juga harus sadar akan kesehatan karena Pilkada 2020 berada di tengah pandemi Covid-19, :kata Lestari.

Sementara itu, Peneliti Senior Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar N. Gumay setuju bahwa pemantau pemilu punya peran yang sangat penting. Terlebih, kata Hadar, kerap terjadi beragam persoalan dalam Pemilu yang ternyata merupakan permasalah lama yang belum selesai. “Maka pemantau pemilu punya tujuan mulia yakni harus bisa memastikan integritas proses pemilu.”

Ketua Netfid Indonesia Dahliah Umar mengajak seluruh anggotanya untuk memperkuat soliditas dalam mengantisipasi beragam hal yang perlu dipantau. Pada intinya, menurutnya, prinsip pemilu adalah bebas dan adil, sehingga dia pun mendorong penyelenggara pemilu berpegang pada prinsip itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilkada Serentak Pemilu 2019
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top