Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meme Satir Pilkada 2020, 'Jangan Mati Dulu, Ikutlah Nyoblos'

Imbauan dari KPU untuk memilih pada Pilkada 2020 direspons negatif oleh warganet. Mereka bersimpati kepada para petugas pemilihan. Para petugas pemilihan tersebut dikhawatirkan terpapar Covid-19.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  22:43 WIB
KPU merilis poster yang isinya menggambarkan pasien positif Covid-19 tetap bisa memilih dalam Pilkada 2020. - Twitetr @kamilmoon
KPU merilis poster yang isinya menggambarkan pasien positif Covid-19 tetap bisa memilih dalam Pilkada 2020. - Twitetr @kamilmoon

Bisnis.com, JAKARTA - Jagat dunia maya dihebohkan dengan unggahan poster Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai imbauan untuk melakukan pencoblosan saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020.

Imbauan untuk ikut pencoblosan itu menjadi viral karena KPU membolehkan pemilih yang sedang menjalani rawat inap, isolasi mandiri atau positif terinfeksi Covid-19 pada Pilkada 2020.

Para pasien atau masyarakat yang terinfeksi Covid-19 bisa memilih berdasarkan data yang diperoleh dari perangkat daerah di bidang kesehatan atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah setempat.

Pasien tersebut dapat menggunakan hak pilihnya di TPS yang berdekatan dengan rumah sakit. "Pasien Covid-19 dan rawat inap, tidak kehilangan hak pilih." Demikian seperti ditulis dalam poster KPU tersebut yang diposting di akun Twitter, Kamis (3/12/2020).

Dalam poster tersebut ditekankan bahwa dua petugas didampingi oleh dua saksi akan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan mendatangi pemilih pasien untuk melakukan pencoblosan di tempat mereka diisolasi atau dirawat.

Namun, imbauan untuk memilih dari KPU tersebut direspons negatif oleh warganet atau netizen. Mereka bersimpati kepada para petugas pemilihan. Pasalnya, para petugas pemilihan tersebut dikhawatirkan terpapar Covid-19.  

"Enak ya jadi atasan dan pengambil keputusan. Cuma nyuruh bawahan buat ke lapangan. Bawahan yang risiko tertular. Banyak loh dokter dan perawat yg gugur meski udah pakai APD lengkap. Apa ga mikir?" tulis pemilik akun @barangkalikita_.

Hal serupa disampaikan oleh pemilik akun @wulanuradamhawa. "Pemilu kemaren sj sblum pandemi, berapa ratus petugas KPPS yg wafat, palagi sekarang...Ngerik...."

Tidak hanya nada protes yang disampaikan netizen. Bahkan, ada yang membuat meme satir. Meme tersebut diposting oleh akun @Lini_ZQ dengan disertai tulisan. "Hallo KPU, nih ada yg benerin komiknya."

Meme tersebut masih bergambar sama dengan poster KPU, tetapi tulisan berbeda. Meme itu bertuliskan "jangan mati dulu, ikutlah nyoblos dulu, karena oligark butuh suaramu untuk terus beregenerasi." Kemudian, pada logo kanan bertuliskan "pemilihan oligark serentak, Rabu, 9 Desember 2020."

Adapun pada bagian karikatur bergambar petugas pemilihan tertuliskan "Sabar ya pak, jangan mati dulu ya pak, nyoblos sebentar aja dulu, nanti setelah nyoblos gapapa."

Kemudian ada tulisan lagi yang berbunyi "ingat suaramu dalam pilkada lebih berharga dari nyawamu."

Selain itu ada meme lain yang diposting pada replay unggahan KPU tersebut. Meme tersebut bergambar antrean ambulance di pemakaman dengan melewati tempat pemungutan suara.

Beredar juga meme satir lain yang bertuliskan "Pilkada datang, corona hilang." Berikut ini gambarnya:

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilkada Serentak Virus Corona Pilkada 2020 Covid-19
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top