Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cerita Luhut dan Menantu Trump Bahas China

Luhut menceritakan bahwa menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner sempat menegur Luhut dengan mempertanyakan kecenderungan Indonesia kepada China.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  19:22 WIB
Menko Marves RI Luhut Panjaitan dan Presiden Donald Trump di White House Washington DC, Selasa, (17/11/2020). - Istimewa
Menko Marves RI Luhut Panjaitan dan Presiden Donald Trump di White House Washington DC, Selasa, (17/11/2020). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pertengahan November lalu.

Kunjungan Luhut selama empat hari di Amerika Serikat ini menurutnya adalah buah dari perjalanan panjangnya berkomunikasi dengan Penasihat Senior White House Jared Kushner.

Hal ini diungkapkan oleh Luhut melalui obrolannya dengan Mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan melalui unggahan video YouTube DI's Way yang berjudul "Nyegat Luhut Pulang dari AS, Dahlan Iskan Tanya Vaksin hingga Investasi" yang dikutip Rabu (2/12/2020).

"Saya ke Amerika ini sebenarnya ada perjalanan panjang. Dua tahun ini saya sudah kenal dengan Jared Kushner di White House itu," ungkap Luhut.

Luhut kemudian menceritakan bahwa menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner sempat menegur Luhut dengan mempertanyakan kecenderungan Indonesia kepada China.

"Dia seperti negor juga. Kalian kok cenderung dekatnya sama Tiongkok [China]," kata Luhut menceritakan dikutip pada Rabu (2/12/2020).

Luhut kemudian justru merespon dengan mengatakan bahwa AS saja yang tidak pernah terlihat dalam lima tahun ini. Luhut mengungkapkan bahwa untuk mengontak pemerintah Amerika tidak bisa langsung, sementara dengan China, Indonesia langsung ditanggapi ujarnya.

"Saya kalau ke Tiongkok ketemu orang langsung ditanggapi dengan bagus, jaraknya kami lebih dekat, budayanya. Jadi saya bilang, ya jangan salahkan," ucap Luhut.

Luhut kemudian menambahkan bukan berarti Indonesia tidak mau bekerja sama hanya memang keadaannya yang membuatnya begitu. 

Setelah kunjungannya dari Negeri Paman Sam seperti dikutip Bisnis pada Selasa (24/11/2020) lalu, Luhut pun membawa oleh-oleh dari Amerika Serikat berupa kerja sama vaksin Covid-19 hingga perjanjian investasi senilai US$2 miliar setara dengan Rp28 triliun.

Selama kunjungannya di AS ini Luhut bertemu dengan beberapa pejabat tinggi termasuk Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS Mike Pence, dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Donald Trump
Editor : Lukas Hendra TM
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top