Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Sukses Daratkan Chang’e-5 di Bulan, Indonesia Kapan?

Pesawat ruang angkasa Chang'e-5 atau juga disebut dewi bulan oleh orang China berhasil mendarat di Bulan. Dalam misi tersebut, China memiliki ambisi untuk membawa sampel benda angkasa.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  07:57 WIB
Bendera China dikibarkan di lapangan Tiananmen untuk menyambut the Belt and Road Forum atau KTT Jalur Sutra, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters
Bendera China dikibarkan di lapangan Tiananmen untuk menyambut the Belt and Road Forum atau KTT Jalur Sutra, di Beijing, China, Sabtu (13/5). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Pesawat luar angkasa China yang dikirim ke bulan untuk membawa kembali sampel benda angkasa untuk pertama kali dalam empat dekade berhasil mendarat, menurut badan antariksa Beijing.

China telah menggelontorkan miliaran dolar AS untuk program luar angkasa yang dijalankan militer. Negara itu berharap akan memiliki stasiun luar angkasa berawak pada tahun 2022 dan pada akhirnya mengirim manusia ke bulan.

Tujuan misi terbaru adalah mengumpulkan batuan bulan dan tanah untuk membantu para ilmuwan mempelajari tentang asal-usul bulan, formasi, dan aktivitas vulkanik di permukaannya.

Pesawat ruang angkasa Chang'e-5 atau juga disebut dewi bulan oleh orang China, mendarat di salah satu sisi dekat bulan pada Selasa malam, menurut kantor media pemerintah, Xinhua sebagaimana mengutip Badan Luar Angkasa Nasional China.

Jika perjalanan pulang berhasil, China akan menjadi negara ketiga yang mengambil sampel dari bulan, setelah AS dan Uni Soviet pada tahun 60-an dan 70-an seperti dikutip TheGuardian.com, Rabu (2/12).

Wahana tersebut memasuki orbit bulan pada Sabtu setelah perjalanan 112 jam dari Bumi, menurut Xinhua, setelah sebuah roket membawanya ke luar angkasa dari provinsi Hainan pekan lalu.

Pesawat itu mengumpulkan 2kg (4,5 lbs) material permukaan di area yang sebelumnya belum dijelajahi, yang dikenal sebagai Oceanus Procellarum (Ocean of Storms), yang terdiri dari dataran lava yang luas, menurut jurnal sains Nature.

Pengumpulan benda angkasa akan berlangsung selama satu hari lunar atau setara dengan sekitar 14 hari Bumi.

Sampel bulannya kemudian akan dikembalikan ke Bumi dalam kapsul yang diprogram untuk mendarat di wilayah Mongolia, China utara pada bulan ini, menurut NASA, badan antariksa AS.

Pendaratan di bulan oleh China akan menyiapkan panggung untuk perlombaan luar angkasa.

Misi tersebut secara teknis menantang dan melibatkan beberapa inovasi yang tidak terlihat selama upaya sebelumnya untuk mengumpulkan batu bulan, kata peneliti Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Jonathan McDowell bulan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china bulan stasiun luar angkasa
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top