Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hari Ini, Sidang Suap Jaksa Pinangki Kembali Bergulir

Persidangan kasus suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung untuk Djoko Tjandra akan menghadirkan saksi untuk terdakwa jaksa Pinangki Sirna Malasari.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  07:11 WIB
Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari (tengah) mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari (tengah) mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kembali menyidangkan kasus suap fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dengan terdakwa jaksa Pinangki Sirna Malasari. 

Agenda sidang Rabu (2/12/2020) rencananya tim jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan saksi untuk mempelajari seluk beluk kasus yang kembali mencoreng wajah Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut.

Dalam sidang sebelumnya, adik kandung jaksa Pinangki, Pungki Primarini membeberkan sejumlah fakta tentang transfer duit senilai ratusan juta ke rekeningnya setiap 3-5 bulan sekali. Duit tersebut dia sebut untuk keperluan tumah tangga.

"Iya, untuk kebutuhan rumah tangga biasanya lima bulan atau tiga bulan sekali," kata Pungki saat bersaksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari Senin (30/11/2020).

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tercatat uang yang dikirim mencapai nilai Rp 500 juta.

"BAP saudara mengatakan terkadang terdakwa kirim uang ke rekening saya tiga bulan, lima bulan atau enam bulan sekali. Nilai yang dikirim paling dikit Rp100 juta paling besar Rp500 juta ke rekening BCA? Apa benar keterangan saksi?" tanya Jaksa Roni kepada saksi.

Pungki pun tidak membantah BAP tersebut. Dia mengaku, hal tersebut lumrah lantaran sejak menikah dengan suami yang pertama almarhum Djoko Budiharjo, Pinangki sudah mempunyai uang banyak.

"Tidak. Karena dari dulu juga gitu, sejak suami pertama, mas Joko (Djoko Budiharjo)," ujar Pungki.

Pungki mengaku ikut membantu mengelola keuangan Pinangki. Dia menyebut, keperluan Pinangki dalam satu bulan bisa mencapai Rp80 juta.

"(Pengeluaran) kurang lebih satu bulan bisa sekitar Rp70 juta hingga Rp80 juta," beber Pungki.

Menurut pengkuan Pungki kakaknya yang saat ini duduk sebagai terdakwa mempunyai brankas yang berisi uang mata asing.

"Setahu saya itu dari simpanan itu pak. Ada di kotak brankas," ungkap Pungki.

Pungki juga menjabarkan pengeluaran Pinangki dalam satu bulan, diantaranya  untuk pembayaran gaji sopir, asisten rumah tangga, hingga babby sitter.

Diketahui, Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) didakwa menerima suap US$500 ribu dari US$1 juta yang dijanjikan oleh terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

"Telah menerima pemberian uang atau janji berupa uang sebesar USD 500 ribu dari sebesar USD 1 juta yang dijanjikan oleh Joko Soegiarto Tjandra sebagai pemberian fee dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," ujar jaksa saat membacakan surat dakwaannya dalam persidangan, Rabu (23/9/2020).

Duit suap itu diberikan agar pinangki mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi. Alhasil Djoko Tjandra tidak perlu menjalani hukuman saat tiba ke Indonesia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi Kasus Djoko Tjandra Jaksa Pinangki
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top