Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gugatan Pemilu Belum Rampung, Trump akan Maju Lagi di Pilpres AS 2024

Pengumuman Donald Trump yang berencana maju kembali pada Pilpres AS 2024 dinilai akan mengubah dinamika pemilihan presiden berikutnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  10:14 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara di Konferensi Gedung Putih tentang Sejarah AS di National Archives, Washington DC, AS, Kamis (17/9/2020). - Bloomberg/Alex Edelman
Presiden AS Donald Trump berbicara di Konferensi Gedung Putih tentang Sejarah AS di National Archives, Washington DC, AS, Kamis (17/9/2020). - Bloomberg/Alex Edelman

Bisnis.com, JAKARTA — Meski pada saat perayaan Thanksgiving Day Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan bicara soal Pilpres 2024, namun kepada penasihatnya secara diam-diam dia mengatakan akan maju kembali pada Pilpres 2024.

Kepala Koresponden Gedung Putih John Roberts mengatakan pada saat gugatan hukum atas dugaan kecurangan pemilu yang dia ajukan belum selesai, Trump telah memberi tahu penasihatnya bahwa dia bisa saja mengumumkan pencalonannya sebelum atau saat pelantikan Joe Biden sebagai presiden pada 20 Januari tahun depan.

Roberts mengatakan hal itu untuk mengkonfirmasi sebuah laporan dari The Daily Beast.

Pengumuman semacam itu, atau bahkan niat Trump untuk mencalonkan diri kembali ke Gedung Putih, pasti akan meredam apa yang dianggap sebagai pertarungan yang terbuka lebar untuk pencalonan presiden 2024 di internal Partai Republik.

Langkah itu juga berpotensi membekukan langkah awal para kandidat Republikan lainnya yang mempunyai dukungan luas.

Ahli strategi Partai Republik dan veteran kampanye kepresidenan, Alex Conant mengatakan pengumuman Trump 2024 akan "benar-benar" mengubah dinamika pemilihan presiden berikutnya, "setidaknya pada tahap awal."

“Tidak ada yang ingin menjadi kandidat pertama yang menantang Trump pada 2024. Jika ini benar-benar perlombaan terbuka, Anda akan melihat banyak kandidat potensial melakukan langkah awal yang agresif, pergi ke Iowa dan New Hampshire mencari dukungan,” kata Conant seperti dikutip FoxNews.com, Selasa (1/12/2020).

Dia mengatakan biasanya publik akan melihat dukungan kandidat di negara bagian pemilihan awal sebelum akhir tahun ini.

Sementara itu, beberapa calon dari Partai Republik seperti Senator Tom Cotton dari Arkansas, mantan duta besar untuk PBB dan mantan Gubernur Carolina Selatan Nikki Haley, dan Gubernur South Dakotakristi Noem, berkampanye di Iowa dan New Hampshire musim gugur ini. Mereka atas nama presiden turut menolak hasil pemungutan suara yang menyebabkan Partai Republik dan Trump kalah.

“Kandidat 2024 tidak ingin berbicara tentang Donald Trump. Mereka ingin berbicara tentang diri mereka sendiri. Akan tetapi kalau Trump maju lagi ke Gedung Putih maka pertarungan akan menjadi segalanya,” kata Conant.

Para kandidat akan cenderung tidak melakukan perjalanan ke negara bagian lebih awal karena semuanya akan berada dalam bayang-bayang apakah Trump mencalonkan diri atau tidak, kata Conant menambahkan.

David Carney, seorang veteran kampanye kepresidenan Republik selama tiga dekade, menekankan, “Saya tidak berpikir ada kandidat yang akan takut karena ada masa empat tahun dari sekarang.”

Dia mengungkapkan tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya akan terjadi dengan presiden. "Saya tidak melihatnya berpengaruh banyak sekarang," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Pilpres AS 2020
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top