Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Akibat Kerumunan, Satgas: Klaster Ijtima Gowa Paling Banyak

baru-baru ini, juga terjadi klaster dari acara Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab. Ada 50 orang positif Covid-19 setelah mengikuti acara Rizieq di Tebet, Jakarta.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 November 2020  |  18:38 WIB
Peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO - Int
Peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO - Int

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk menghindari kerumunan. Menjaga jarak adalah satu upaya penting untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menjabarkan 5 klaster yang saat ini telah terkonfirmasi sebagai sumber penularan virus Corona.

Pertama adalah klaster Persidangan Sinode GPIB yang menghasilkan 24 kasus positif di 5 provinsi.

“Klaster ini berawal dari kegiatan agama di Bogor, Jawa Barat, dengan 685 peserta yang berkembang dan menyebar ke berbagai provinsi lain, yaitu Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan NTB,” jelas Wiku, Kamis (26/11/2020).

Selanjutnya ada pula klaster dari kegiatan bisnis tanpa riba yang menghasilkan 24 kasus di 7 provinsi.

Kegiatan yang melibatkan sekitar 200 perserta ini bahkan menimbulkan 3 orang korban jiwa.

Kemudian klaster Gereja Bethel di Lembang, Jawa Barat. Kegiatan di gereja yang melibatkan 200 peserta itu menghasilkan 226 kasus.

“Dengan infection rate mencapai 35 persen,” kata Wiku.

Klaster yang menimbulkan kasus positif terbanyak adalah kegiatan ijtima di Gowa, Sulawesi Selatan.

“Dengan peserta sekitar 8.761 orang, menghasilkan 1.248 kasus di 20 provinsi,” kata Wiku.

Satgas Covid-19 juga mencatat klaster pondok pesantren di Temboro, Jawa Timur yang menimbulkan 139 kasus positif di lebih dari 14 kabupaten/kota dan 1 negara lain.

“Jadi tidak heran klaster tersebut terjadi karena kerumunan di masyarakat dan masyarakat sulit jaga jarak,” jelas Jubir Satgas Covid-19.

Adapun baru-baru ini, juga terjadi klaster dari acara Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

Berdasarkan data sementara dari Kementerian Kesehatan per 22 November 2020, ada 50 orang positif Covid-19 setelah mengikuti acara Rizieq di Tebet, Jakarta.

Selain itu juga ada 30 positif setelah mengikuti acara di Petamburan atau disebut klaster Petamburan.

Sementara itu, Satgas Covid-19 mencatat penambahan kasus positif virus Corona di Indonesia sempat lebih dari 5.000 orang selama tiga hari.

Selain itu selama sepekan terakhir penambahan kasus selalu mencapai lebih dari 4.000 orang.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua. Kasus positif bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat maupun pemerintah daerah,” kata Wiku.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

habib rizieq gowa Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top