Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perjuangan Guru di Pelosok, Garda untuk Perangi Covid-19

Para guru di berbagai daerah pelosok menjadi tumpuan harapan untuk memerangi Covid-19, yang telah menerpa Indonesia lebih dari 9 bulan.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 25 November 2020  |  16:17 WIB
Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring./Antara - Feny Selly
Siswa Sekolah Dasar didampingi orang tua melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring./Antara - Feny Selly

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi virus corona jenis Covid-19 membuat proses belajar mengajar berjalan dengan daring. Namun, di sejumlah wilayah ternyata tetap harus dilakukan proses belajar mengajar luring.

Satriwan Salim, Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), mengemukakan tidak di semua wilayah belajar daring dapat dilaksanakan, Di daerah-daerah tertentu, dengan berbagai ragam keterbasan, guru harus berjuang untuk menemui muridnya untuk dapat menjalankan tugas mengajar.

“Ada guru yang tidak memiliki gawai. Jadi, di daerah-daerah tertentu, tantangan dan pengorbanan para guru lebih erat,” ungkapnya dalam dialog “Hari Guru Nasional: Garda Guru Perangi Covid-19” secara virtual pada Rabu (25/11/2020).

Acara tersebut digelar bertepatan dengan Hari Guru Nasional dan berlangsung di Media Center Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

Dalam dialog tersebut, secara virtual hadir pula Wilfridus Kado, guru SMK Negeri 7 Ende, Nusa Tenggara Timur, dan Avan Fathurrahman, guru SD Negeri Batuputih Laok III Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Menurut Kado, dalam proses belajar mengajar, dia memadukan antara memanfaatkan Facebook secara gratis dan tatap muka dengan dia berkeliling ke rumah-rumah siswa atau siswa datang ke rumah sang guru.

Yang cukup menyulitkan, ketika dia mendatangi rumah siswa, kerap kali siswa harus membantu pekerjaan orang tua mereeka, misalnya pergi ke kebun.

Sementara itu, Avan mengisahkan bahwa untuk mencegah sis-siswanya bosa dalam kegiatan belajar, dia terkadang membawa boneka dan harus terus berinovasi membuat permainan agar mereka mau belajar.

Guru-guru itu berkeliling dan membuat atau membawa peralan tambahan seperti boneka atau permainan ular tangga berikuran besar semua dengan dana sendiri.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Hari Guru Covid-19
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top