Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nama Kabareskrim Disebut Terdakwa di Pengadilan Tipikor, Ini Respons Polri

Dalam persidangan, Irjen Napoleon menyebutkan nama Kabareskrim Komjen Pol. Listyo Sigit dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 25 November 2020  |  15:37 WIB
Ilustrasi - Kepala Bareskrim Polri (kanan) Komjen Listyo Sigit Prabowo saat menunjukkan buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020). - Antara/Nova Wahyudi
Ilustrasi - Kepala Bareskrim Polri (kanan) Komjen Listyo Sigit Prabowo saat menunjukkan buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Polri tidak mau banyak mengomentari pernyataan mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol. Napoleon Bonaparte di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam persidangan, Irjen Napoleon menyebutkan nama Kabareskrim Komjen Pol. Listyo Sigit dan Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin.

Kedua nama itu disebut Napoleon dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus tindak pidana gratifikasi untuk menghapus status red notice buronan Joko Soehiharto Tjandra.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono meminta publik agar mengikuti seluruh proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Ini kan sudah berjalan kasusnya di Pengadilan Tipikor, kita sama-sama simak saja. Semuanya pasti akan diperiksa oleh hakim," tuturnya, Rabu (25/11/2020).

Menurut Awi, penyidik Bareskrim Polri juga sudah bekerja secara profesional dalam menangani kasus tindak pidana gratifikasi status red notice Djoko Tjandra tersebut.

Semua yang diperiksa penyidik sebagai saksi, kata Awi, sudah masuk di dalam berkas perkara.

"Semua orang yang diperiksa polisi sudah di-BAP, masuk dalam berkas. Semuanya akan diperiksa nanti oleh hakim. Apa isi BAP-nya, apakah ada perubahan atau tidak, itu semua akan terungkap nanti di pengadilan. Harap bersabar," ujar Awi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tipikor kabareskrim Kasus Djoko Tjandra
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top