Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Megawati Sentil Nadiem, Banyak Anak Pintar di Desa Tapi Nggak Bisa Sekolah

Megawati mengatakan di Papua dan Maluku masih banyak anak-anak pintar namun tidak mendapatkan akses pendidikan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 24 November 2020  |  16:24 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pengumuman gelombang ketiaga 75 pasangan calon yang diusung PDIP di Pilkada Serentak 2020, Selasa (11/8/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pengumuman gelombang ketiaga 75 pasangan calon yang diusung PDIP di Pilkada Serentak 2020, Selasa (11/8/2020). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyentil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat menjadi pembicara kunci dalam acara pembukaan pameran daring Bung Karno dan Buku-Bukunya, Selasa (24/11/2020).

Megawati mengeluhkan banyak anak-anak Indonesia yang pintar namun tidak bisa sekolah. Dia pun mempertanyakan negara harus bagaimana menyikapi hal ini. Dalam acara tersebut juga hadir Nadiem Makarim sebagai pembicara.

"Pak Nadiem di desa-desa banyak anak pintar tapi enggak bisa sekolah ini negara harus bagaimana saya yang ngomong sama Presiden," kata Megawati.

Dia pun menjelaskan di Papua, Maluku, banyak anak-anak pintar namun tidak mendapatkan akses pendidikan.

"Di Papua di Maluku ada tapi enggak bisa sekolah ini mau diapakan gitu loh," ujarnya.

Megawati pun menyarankan agar mengumpulkan orang tua asuh agar anak-anak pintar tersebut bisa mengakses pendidikan.

"Coba kumpulkan Pak Nadiem coba banyak orang kan yang jadi bapak atau ibu asuh bagaimana caranya mengakses itu, coba pikir coba deh saya bukan menggurui itu yang saya lakukan," kata Megawati.

Sementara itu, masih di acara yang sama Megawati juga mengeluhkan banyaknya orang asing yang terlibat dalam pembangunan di Indonesia belakangan ini.

Dia mengatakan bukannya dirinya anti-asing, namun dia mempertanyakan apakah tidak ada orang Indonesia yang cukup pintar untuk dijadikan konsultan atau pelaksana proyek.

"Saya suka protes bukan saya anti asing bayangkan mau bikin ini aja konsultan orang asing, kalau sudah yang bikin orang asing, kayak enggak ada orang pintar di republik ini ya," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

megawati pendidikan mendikbud Nadiem Makarim
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top