Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhirnya, Trump Bersedia Lakukan Proses Transisi Pemerintahan ke Joe Biden

Trump meminta kepala Badan Layanan Umum Emily Murphy untuk melakukan protokol awal proses transisi. Ia juga meminta agensi serta departemennya untuk bekerja sama untuk menjalankan proses ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 November 2020  |  07:47 WIB
Presiden terpilih AS Joe Biden manyapa pendukungnya di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7 /11/2020). Bloomberg - Sarah Silbiger\r\n
Presiden terpilih AS Joe Biden manyapa pendukungnya di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7 /11/2020). Bloomberg - Sarah Silbiger\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya mau bekerja sama dalam transisi pemerintahan setelah Badan Layanan Umum AS pada Senin (23/11/2020) mengakui Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden.

Trump meminta kepala Badan Layanan Umum Emily Murphy untuk melakukan protokol awal proses transisi. Ia juga meminta agensi serta departemennya untuk bekerja sama untuk menjalankan proses ini.

"Saya merekomendasikan agar Emily dan timnya melakukan apa yang perlu dilakukan sehubungan dengan protokol awal, dan telah memberi tahu tim saya untuk melakukan hal yang sama," kata Trump, seperti dikutip Bloomberg.

Meski bersedia membantu proses transisi, Trump mengatakan akan terus memperjuangkan hasil pilpres AS.

Penunjukan tersebut memicu proses transisi formal dan memberikan Biden dan timnya akses ke pejabat agensi saat ini, buku pengarahan, pendanaan senilai US$6 juta, dan sumber daya pemerintah lainnya.

“Karena perkembangan terkini yang melibatkan gugatan hukum dan sertifikasi hasil pilpres, saya telah menetapkan bahwa Anda [Biden] dapat mengakses sumber daya dan layanan pasca-pilpres yang dijelaskan dalam Bagian 3 Undang-undang,” kata Murphy dalam sebuah surat kepada Biden, mengacu pada Undang-Undang Transisi Presiden Tahun 1963.

Direktur eksekutif tim transisi Biden-Harris Yohannes Abraham mengatakan pengumuman tersebut merupakan langkah yang diperlukan untuk mengendalikan pandemi dan ekonomi ke jalurnya.

“Ke depannya, pejabat transisi akan mulai bertemu dengan pejabat federal untuk membahas respons pandemi, melakukan perhitungan penuh mengenai kepentingan keamanan nasional, dan mendapatkan pemahaman lengkap tentang upaya pemerintahan Trump." Ungkapnya.

Selama berminggu-minggu terakhir, tim transisi Biden bekerja secara informal untuk mendirikan pemerintahan baru, termasuk mengumpulkan satuan tugas virus corona dan berkonsultasi dengan pejabat kesehatan masyarakat di luar pemerintah federal.

Langkah ini meniru pendekatan yang diambil mantan Wakil Presiden Dick Cheney selama pilpres tahun tahun 2000 yang juga mengalami sengketa hasil pilpres.

Perubahan terbesar sekarang adalah bahwa tim transisi Biden akan mampu membanjiri badan-badan federal dengan para pejabat yang fokus mempersiapkan jalan untuk pemerintahannya. Mereka akan memiliki akses ke staf agensi dan buku pengarahan yang dikumpulkan awal tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top