Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luhut: Banyak Investor Ingin Tahu Indonesia Setelah Ada UU Ciptaker

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pekan lalu berkunjung ke Amerika Serikat dan bertamu ke Gedung Putih.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 24 November 2020  |  05:15 WIB
Dubes RI untuk AS Muhammad Lutfi (kiri) didampingi Menko Marinves RI Luhut Pandjaitan (tengah) dan Presiden Exim Bank AS Kimberly Reed menandatangani MoU pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US750 juta - Istimewa
Dubes RI untuk AS Muhammad Lutfi (kiri) didampingi Menko Marinves RI Luhut Pandjaitan (tengah) dan Presiden Exim Bank AS Kimberly Reed menandatangani MoU pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US750 juta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan kesannya ketika berkunjung ke Amerika Serikat dan bertamu ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden Donald Trump pada pekan lalu.

Melalui postingan akun Instagram resminya, luhut.pandjaitan, Senin (23/11/2020), dia menjelaskan bahwa rombongan dari Indonesia  banyak bertemu investor, selain pejabat Gedung Putih. Dalam kesempatan itu, para investor tersebut ingin mengetahui lebih jauh perkembangan Indonesia.

"..terlebih setelah disahkannya UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," tulis Luhut dalam unggahan yang dibagikannya untuk mengisi waktu selagi menjalani karantina mandiri setelah kembali ke Indonesia.

Luhut menambahkan bahwa dia juga berjumpa dengan sahabatnya dari IMF dan World Bank untuk membahas penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional dan upaya Indonesia untuk menjaga dan memperbaiki kelestarian lingkungan hidup.

Dalam unggahan itu, Luhut juga menekankan bahwa Indonesia akan selalu menjaga hubungan baik dengan negara mana pun selama bisa membantu kepentingan nasional, termasuk dengan Amerika Serikat.

"Saya ingin tekankan bahwa dengan negara manapun, selama bisa membantu kepentingan nasional, kita akan selalu menjaga hubungan baik, begitu pula dengan Amerika Serikat," jelasnya dalam keterangan undangan tersebut.

Luhut mengaku dalam 2 tahun terakhir telah intensif berkomunikasi dengan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat senior Presiden Trump dan rekannya Adam Boehler, CEO IDFC yang juga tangan kanan presiden.

Lantaran kedekatan itu, jelasnya, letter of interest (LOI) dari United States International Development Finance Corporation (DFC) kepada sovereign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi yang dibentuk Indonesia bisa ditandatangani pada 19 November lalu.

"Ini adalah oleh-oleh yang besar karena keberadaan Amerika Serikat sebagai negara industri maju akan berpengaruh penting bagi perkembangan SWF di Tanah Air," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Luhut Pandjaitan Omnibus Law cipta kerja
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top