Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dua tahun Mepet Menantu Trump, Rahasia Luhut Merapat ke AS

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait kunjungan perwakilan RI pekan lalu ke Amerika Serikat.
Dari Kanan ke Kiri : Penasihat Senior Gedung Putih Jared Kushner,rnDubes RI untuk AS Muhammad Lutfi, Presiden AS Donald Trump, Menko Marinves RI Luhut Pandjaitan, Ivanka Trump Penasihat Senior Presiden Trump Ivanka Trump, dan CEO DFC Adam Bohler./Istimewarn
Dari Kanan ke Kiri : Penasihat Senior Gedung Putih Jared Kushner,rnDubes RI untuk AS Muhammad Lutfi, Presiden AS Donald Trump, Menko Marinves RI Luhut Pandjaitan, Ivanka Trump Penasihat Senior Presiden Trump Ivanka Trump, dan CEO DFC Adam Bohler./Istimewarn

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia akan selalu menjaga hubungan baik dengan negara mana pun selama bisa membantu kepentingan nasional, termasuk dengan Amerika Serikat.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam postingan akun Instagram resminya, luhut.pandjaitan, Senin (23/11/2020). 

Unggahan yang berisi cerita kunjungannya ke White House, Amerika Serikat, itu dibagikannya untuk mengisi waktu selagi menjalani karantina mandiri setelah kembali ke Indonesia.

"Saya ingin tekankan bahwa dengan negara manapun, selama bisa membantu kepentingan nasional, kita akan selalu menjaga hubungan baik, begitu pula dengan Amerika Serikat," jelasnya dalam keterangan undangan tersebut.

Luhut mengaku dalam 2 tahun terakhir telah intensif berkomunikasi dengan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat senior Presiden Trump dan rekannya Adam Boehler, CEO IDFC yang juga tangan kanan presiden.

Lantaran kedekatan itu, jelasnya, letter of interest (LOI) dari United States International Development Finance Corporation (DFC) kepada sovereign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi yang dibentuk Indonesia bisa ditandatangani pada 19 November lalu.

"Ini adalah oleh-oleh yang besar karena keberadaan Amerika Serikat sebagai negara industri maju akan berpengaruh penting bagi perkembangan SWF di Tanah Air," jelasnya.

Dalam unggahan itu, Luhut Binsar Pandjaitan juga mengungkapkan kesannya setelah berkunjung ke White House, Amerika Serikat, pada pekan lalu. Dia mengaku tidak pernah membayangkan kesempatan itu, bahkan bisa masuk ke Oval Office, atau ruang kerja resmi Presiden AS.

"Saya tidak pernah membayangkan bahwa akan ada waktu suatu hari saya hampir selama 6 jam berada di White House, dan bahkan berkesempatan untuk diterima di Oval Office," tulis Luhut dalam keterangan unggahan tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper