Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bongkar Baliho Habib Rizieq dan Mau Bubarkan FPI, Pangdam Jaya Trending di Twitter

Pangdam Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mengaku memerintahkan anggota Kodam Jaya untuk menertibkan spanduk dan baliho yang dinilai berisi ajakan provokatif dari massa pendukung pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 20 November 2020  |  16:41 WIB
Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen Dudung Abdurachman mengecek kesiapan anggota menjaga Pilkada serentak di Tangerang Selatan didampingi Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi di Monumen Nasional, Jumat (20/11/2020). (ANTARA - Livia Kristianti)
Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen Dudung Abdurachman mengecek kesiapan anggota menjaga Pilkada serentak di Tangerang Selatan didampingi Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi di Monumen Nasional, Jumat (20/11/2020). (ANTARA - Livia Kristianti)

Bisnis.com, JAKARTA - Warganet atau netizen di media sosial Twitter menyoroti pernyataan Pangdam Jaya TNI Dudung Abdurachman. Tagar #PangdamJaya dan #BubarkanFPI menjadi topik paling populer atau trending topic di Twitter.

Dua tagar tersebut menguasai percakapan di lini masa Twitter setelah Pangdam Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mengaku memerintahkan anggota Kodam Jaya untuk menertibkan spanduk dan baliho yang dinilai berisi ajakan provokatif dari massa pendukung pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Kemudian usai Apel Kesiagaan Pasukan Bencana di Jakarta seperti dikutip Bisnin pada Jumat (20/11/2020), Dudung mengungkapkan untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI) yang dipimpin Habib Rieziq.

"Kalau perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri," ungkap Dudung seperti dikutip dari Bisnis, pada Jumat (20/11/2020).

Adanya pernyataan ini membuat kata Pangdam Jaya ramai di cuit oleh warganet. Tercatat lebih dari 22.000 cuitan (tweet) berisi kata (tagar) Pangdam Jaya hingga berita ini dipublikasikan.

Sementara itu, tagar #BubarkanFPI dicuitkan lebih dari 6.900 pengguna Twitter.

Respon masyarakat ini pun beragam ada yang mendukung ada juga yang mengkritik langkah ini, Berikut beberapa respon dari netizen terkait dengan kata Pangdam Jaya:

Pemilik akun Kucingnya Nanase (@KucingNanase) menyebutkan bahwa tindakan Pangdam Jaya ini bukanlah wilayahnya.

"As much as I put my highest respect on you sir, that is not your domain

[Setinggi-tingginya hormat saya kepada Anda Pak, itu bukan daerah kekuasaan Anda]," cuitnya pada Jumat (20/11/2020).

Berbeda pendapat, akun barbut (@barbut_) justru memuji tindakan yang dilakukan Pangdam Jaya. 

"Who is this Pangdan Jaya man? he is awesome!

[Siapa nih Pangdam Jaya? Dia mengagumkan!]," tulisnya akun @babut_.

Ada pula netizen yang mempertanyakan tindakan pangdam jaya seperti yang diungkapkan oleh Young Lawyer (@dusrimulya).

"Kapuspen bilang bukan TNI yg turunkan Baliho. Pangdam Jaya bilang itu perintah dia. Pangdam gak koordinasi sama atasan apa yaa dalam buat perintah?," tulisnya dihari yang sama.

Selain itu juga ada yang "mengadu" dua ikon ini seperti yang dituliskan akun Futuredays (@rajamudaikhsan).

"Pangdam jaya x hrs. Choose your fighter

[Pangdam Jaya X hrs (Habib Rizieq Shihab). Pilih petarungmu]," cuit @rajamudaikhsan pada Jumat (20/11/2020).

Menyusul kata Pangdam Jaya, kata Satpol PP muncul menjadi trending sore ini. Terkait dengan pencabutan baliho yang seharusnya menjadi tugas Satpol PP. Berikut beberapa respon warganet yang menggunakan kata Satpol PP:

Pemilik akun Tante Ven (@iSpuks) megungkapkan bahwa Kodam tidak berwenang menertibkan Baliho mengomentari pemberitaan terkait perintah Dudung untuk mencabut baliho.

"Kodam tidak berwenang menertibkan Baliho. Pekerjaan itu hak dan kewajiban satpol PP. Ayo tunjukin siapa yang memberikan kewenangan kepada Pangdam utk melakukan itu?," cuit @iSpuks pada Jumat (20/11/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

twitter fpi habib rizieq Pangdam Jaya
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top