Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KPK Beberkan Pihak yang Paling Banyak Terjerat Korupsi, Ini Datanya

KPK mengungapkan data pelaku tindak pidana korupsi sejak 2004 hingga 2020 berdasarkan profesi dan jabatan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 18 November 2020  |  16:31 WIB
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengungkapkan data pelaku tindak pidana korupsi sejak 2004 hingga 2020 berdasarkan profesi dan jabatan.

Dari data yang dipaparkan Nurul, swasta dan anggota dewan, baik DPR maupun DPRD, adalah profesi yang paling banyak terjerat kasus korupsi.

"Ternyata yang terbanyak profesinya adalah swasta. Kenapa swasta? Karena memang swasta yang punya kepentingan kepada penyelenggara negara, yang butuh diutamakan. Siapa yang 'ditembak'?, biasanya anggota dewan yang banyak, perwakilan daerah maupun provinsi dan kabupaten/kota," kata Ghufron dalam acara Anti-Corruption Summit (ACS) 2020 yang disiarkan di kanal YouTube KPK, Rabu (18/11/2020).

Tercatat, sebanyak 297 kasus korupsi yang menjerat pihak swasta. Sementara itu, anggota dewan, baik DPR maupun DPRD, ada sebanyak 257 orang.

Kemudian, pejabat eselon I/II/III sebanyak 142 orang. Sisanya, Wali Kota, Hakim, Jaksa, Gubernur, hingga Pengacara.

"Bahkan, ada komisioner lembaga, termasuk juga APH, ini hasil dari pemberantasan korupsi dari 2004 sampai Juli 2020," imbuhnya.

Nurul pun membeberkan jenis atau area yang paling banyak terjadi tindak pidana korupsi. Beberapa diantaranya terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, hingga penyuapan.

"Area yang paling banyak kami temukan adalah dalam pengadaan barang dan jasa, ada 206 kasus. Di perizinan ada 23 kasus, di penyuapan ada 683 kasus, 60 persen ada di kasus suap, 20 persen di pengadaan barang dan jasa, selebihnya tersebar," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top