Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biden: Trump Membandel, Lebih Banyak Warga yang Akan Meninggal karena Corona

Mantan presiden Barack Obama mengkritik penolakan Presiden Donald Trump untuk bekerja sama dengan tim transisi Presiden terpilih Joe Biden.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 November 2020  |  06:30 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden membahas UU Perlindungan kesehatan Affordable Care Act (Obamacare) dalam jumpa pers di Wilmington, Delaware, AS, 10 November 2020. - Antara/Reuters\r\n
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden membahas UU Perlindungan kesehatan Affordable Care Act (Obamacare) dalam jumpa pers di Wilmington, Delaware, AS, 10 November 2020. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS terpilih Joe Biden mengatakan akan lebih banyak orang meninggal dunia kalau Donald Trump masih belum mau berkoordinasi soal transisi pemerintahan.

Hal itu disampaikannya menanggapi pertanyaan dari seorang reporter tentang konsekuensi tidak berkoordinasi dengan pemerintahan Trump dalam memerangi pandemi Virus Corona.

Biden juga menyampaikan kekhawatirannya dengan sikap Trump yang  masih membandel tersebut meski hasil pemilihan presiden pada 3 November lalu telah dimenangkan oleh mantan wakil presiden tersebut.

"Lebih banyak orang mungkin mati jika kita tidak berkoordinasi. Jika kami harus menunggu hingga 20 Januari untuk memulai perencanaan itu maka kita akan terlambat lebih dari satu setengah bulan,” kata Biden seperti dikutip TheGuardian.com, Selasa (17/11/2020).

Biden menyatakan  bahwa penolakan untuk bekerja sama antara Partai Demokrat pengusungnya dengan Partai Republik yang mendukung Trump adalah keputusan yang berbahaya. Biden juga mengatakan para legislator perlu "menurunkan suhu" keberpihakan di seluruh negeri.

"Semua orang yang kami hubungi hari ini setuju bahwa semakin cepat kami memiliki akses perencanan pemerintahan  akan semakin cepat pula vaksin dibagikan,” katanya.

Biden melanjutkan, bahwa sekarang Kongres harus berkumpul dan mengesahkan paket bantuan Virus  Corona.

Hingga kini jumlah korban meninggal dunia di AS akibat wabah Covid-19 sudah mendekati angkat 250.000 jiwa.

Sementara itu, mantan presiden Barack Obama mengkritik penolakan Presiden Donald Trump untuk bekerja sama dengan tim transisi Presiden terpilih Joe Biden.

Dia menyebut hal itu  "menyusahkan" dan mengatakan "kemarahan" Trump memiliki dampak negatif, terutama di tengah pandemi Virus Corona seperti dikutip Aljazeera.com.

Dalam dua wawancara untuk mempromosikan memoar barunya, A Promised Land, Obama berbicara tentang bagaimana transisi pemerintahan  terhambat antara Trump dan Biden sangat bermasalah.

"Saya sedih Anda belum belajar banyak dari presiden Partai Republik. Banyaknya waktu yang hilang dalam proses transisi ini memiliki efek dunia nyata," kata Obama kepada outlet berita AS  National Public Radio.

Dia mengatakan bahwa AS sedang berada di tengah pandemi selain krisis ekonomi dan masalah keamanan nasional yang serius.

Jadi, ini adalah satu lagi contoh bagaimana pelanggaran Donald Trump terhadap norma-norma dasar demokrasi yang merugikan rakyat Amerika Serikat, ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Covid-19 Pilpres AS 2020 Joe Biden
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top