Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wapres Minta Pembentukan Lembaga Pengawas bagi BMT

Badan hukum yang digunakan BMT pada umumnya adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS). Kendati demikian, belum ada lembaga pengawas dan lembaga penjaminan simpanan untuk koperasi.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 November 2020  |  16:09 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan pernyataan pers lewat telekonferensi dengan wartawan dari rumah dinas wapres di Jakarta, Senin (8/6/2020) - Antara
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan pernyataan pers lewat telekonferensi dengan wartawan dari rumah dinas wapres di Jakarta, Senin (8/6/2020) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan perlu adanya lembaga pengawas bagi lembaga mikro keuangan syariah seperti Baitul Maal wa Tamwil (BMT) agar lebih handal.

Badan hukum yang digunakan BMT pada umumnya adalah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS). Kendati demikian, belum ada lembaga pengawas dan lembaga penjaminan simpanan untuk koperasi.

"Untuk itu saya meminta agar dalam summit ini juga dibicarakan opsi-opsi untuk dapat mewujudkan berdirinya lembaga pengawas dan lembaga penjamin simpanan bagi BMT ini," katanya dalam BMT Summit 2020, Senin (16/11/2020).

Begitu pula dari segi internal, diperlukan peningkatan kapasitas penerapan manajemen risiko dan sistem pengawasan terkait usaha simpan pinjam yang dilakukan oleh masing-masing BMT guna dapat mewujudkan BMT yang handal.

"Hal ini harus menjadi bagian dari business process yang perlu dibenahi," ungkapnya.

Wapres Ma'ruf juga mencermati perlunya koperasi sekunder atau lembaga APEX BMT yang berfungsi ketika salah satu BMT anggotanya tidak dapat menjalankan fungsinya, misalnya karena kekurangan likuiditas, maka BMT tersebut dapat dibantu oleh BMT anggota lainnya.

Selain ditingkatkan mutunya, BMT juga perlu ditingkatkan jumlahnya, karena Indonesia sebagai negara dengan 221 juta penduduk muslim, masih kekurangan lembaga keuangan mikro syariah.

Oleh karena itu, perlu dibangun pusat-pusat pelatihan lembaga mikro syariah di berbagai daerah sebagai pusat pembinaan dan pengembangan BMT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koperasi wapres ma'ruf amin
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top