Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Heboh Awan Mirip Semar di Dekat Gunung Merapi, Pertanda Apa?

Kehadiran awan yang disebut mirip tokoh pewayangan itu tidak hanya menghadirkan spekulasi atau pertanda akan terjadinya suatu peristiwa.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 12 November 2020  |  14:31 WIB
Ilustrasi - Erupsi Gunung Merapi terlihat dari Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2020). Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), terjadi erupsi Gunung Merapi pada pukul 09.13 WIB dengan aplitudo 75 mm, durasi 328 detik dan tinggi kolom erupsi kurang lebih 6.000 meter dari puncak. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho
Ilustrasi - Erupsi Gunung Merapi terlihat dari Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2020). Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), terjadi erupsi Gunung Merapi pada pukul 09.13 WIB dengan aplitudo 75 mm, durasi 328 detik dan tinggi kolom erupsi kurang lebih 6.000 meter dari puncak. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Status Gunung Merapi telah dinaikkan ke level siaga di tengah peningkatan aktivitas gunung berapi tersebut.

Namun, di tengah situasi ini, sebuah foto awan dengan latar belakang Gunung Merapi viral akun media sosial Twitter, Kamis (12/11/2020). Pasalnya, gumpalan awan tersebut diklaim mirip dengan wajah Semar.

"Awan pagi tadi, malah ada yang mirip Semar," demikian tulis akun @merapi_uncover.

Kehadiran awan yang disebut mirip tokoh pewayangan itu tidak hanya menghadirkan spekulasi atau pertanda akan terjadinya suatu peristiwa di tengah meningkatnya status Gunung Merapi.

Video itu justru dibanjiri komentar yang menyebut bahwa foto awan tersebut mirip Donald Trump, presiden Amerika Serikat yang baru saja mengikuti kembali pemilihan umum 2020 dan dilaporkan sudah tertinggal dari pesaingnya, Joe Biden.

Salah satu akun bahkan berceloteh bahwa fenomen itu merupakan bagian dari konspirasi Amerika Serikat. "mirip Trump, duh konspirasi besar amerika iki," tulis akun @hildanisme.

Adapun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.000 warga telah dievakuasi ke empat kabupaten, setelah terus meningkatnya aktivitas Gunung Merapi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam pernyataan resmi diterima di Jakarta, Rabu (11/11/2020)  malam, mengatakan total 1.294 warga telah dievakuasi ke empat kabupaten yakni Boyolali, Magelang, Klaten dan Sleman.

“Mereka yang dievakuasi sebagian besar merupakan kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, balita, ibu hamil, disabilitas dan ibu menyusui,” kata Raditya.

Para warga paling banyak dievakuasi ke Kabupaten Magelang dengan total 835 warga, Sleman 203 warga, Boyolali 133 warga, dan Klaten 123 warga. Mereka tersebar di tempat evakuasi sementara (TES) dan tempat evakuasi akhir (TEA).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta fenomena gunung merapi
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top