Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Peserta JKN Turun, Kemenkes: Mungkin karena Pandemi Covid-19

Penurunan juga terjadi pada kunjungan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 12 November 2020  |  10:10 WIB
Peserta JKN Turun, Kemenkes: Mungkin karena Pandemi Covid-19
Peserta BPJS Kesehatan duduk di ruang tunggu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (23/3/2020). - ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah terus melakukan perbaikan pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, jumlah pesertanya tahun ini, tercatat mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.

Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan Kemenkes Kuwat Sri Hudoyo mengatakan, hingga September 2020 sebanyak 222,48 juta jiwa atau kurang lebih 82 persen penduduk Indonesia telah menjadi peserta JKN-KIS, jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebanyak 277,9 juta jiwa.

“Penurunan terjadi pada kepesertaan penduduk yang didaftarkan oleh Pemda,” jelasnya melalui keterangan tertulis Kemenkes, dikutip Kamis (12/11/2020).

Penurunan juga terjadi pada kunjungan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Pada 2019, jumlah kunjungan peserta JKN ke fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak 433,45 juta, sementara pada tahun 2020 menurun menjadi 274,19 juta kunjungan.

“Hal ini turut disebabkan oleh pandemi Covid-19, yang mana kunjungan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan dikurangi untuk menekan kasus penularan,” kata Kuwat.

Dia menyebut, bahwa Kementerian Kesehatan telah melakukan upaya peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan.

Beberapa program di antaranya melakukan pembangunan puskesmas modern di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK), pembangunan rumah sakit vertikal di Indonesia Timur, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas yang mengedepankan upaya promotif preventif.

Menurutnya, penguatan sistem kesehatan harus berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya kesehatan yang berkualitas.

Untuk itu, Indonesia saat ini tengah meningkatkan jumlah SDM kesehatan yang berkualitas, dan memperluas distribusi tenaga kesehatan di pedesaan dan daerah yang sulit dijangkau melalui berbagai intervensi di antaranya Nusantara Sehat, serta Pengembangan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI).

Sejak 2010 hingga 2020 sebanyak 76.937 dokter di 73 Fakultas Kedokteran dari 93 Fakultas Kedokteran mengikuti PIDI yang ditempatkan di puskesmas dan rumah sakit.

“Mudah-mudahan dengan semakin meningkatnya program pembangunan kesehatan, maka diharapkan pada 2024 mendatang sumber daya manusia Indonesia bisa ditingkatkan secara paripurna yaitu sehat fisik, sosial, mental, ekonomi dan produktif,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes jkn Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top