Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebijakan Luar Negeri, RI Konsisten Kembangkan Dialog dan Diplomasi Internasional

Dalam menghadapi masalah dunia, termasuk pandemi Covid-19 harus disikapi dengan kolaborasi dalam mitigasi dan penyediaan vaksin.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 November 2020  |  16:53 WIB
Presiden Joko Widodo tampil perdana menyampaikan pernyataan dalam Sidang Umum PBB ke-75 yang dilakukan secara virtual dan tatap muka, Rabu (23/9 - 2020) / Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo tampil perdana menyampaikan pernyataan dalam Sidang Umum PBB ke-75 yang dilakukan secara virtual dan tatap muka, Rabu (23/9 - 2020) / Youtube Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Sekjen Partai Golkar Lodewyk Paulus mengatakan dalam pandangan Indonesia masalah-masalah dunia hanya bisa diselesaikan melalui dialog dan kolaborasi yang makin intensif. Termasuk dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi hampir di seluruh negara di dunia.

Dia menyatakan bahwa pandemi Covid-19 harus disikapi dengan kolaborasi dalam mitigasi dan penyediaan vaksin. Indonesia sendiri di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo telah bekerja sama dengan berbagai negara dalam kedua hal tersebut.

"Dalam dunia ekonomi dan perdagangan, seharusnya adanya pandemi juga tidak memunculkan proteksionisme. Sebaliknya arus perdagangan harus diperlancar agar mampu menyediakan kebutuhan yang mendesak khususnya di bidang kesehatan dan kebutuhan dasar," kata Lodewyk dalam acara Diskusi Bulanan Balitbang Partai Golkar” secara daring, Kamis (5/11/2020).

Adapun, terkait pemilihan presiden AS dan keamanan di Laut China Selatan, para pembicara dalam diskusi tersebut sepakat bahwa siapapun presiden AS terpilih, Indonesia akan terus bekerjasama dan mempererat hubungan pada semua aspek.

“Pada intinya kepentingan nasional yang menjadi inti dan didahulukan dalam diplomasi internasional. Jadi kita bekerja sama dengan siapa saja untuk mewujudkan kepentingan nasional dan menciptakan perdamaian dunia. Jadi itu sikap kita sesuai dengan prinsip bebas aktif yang kita anut,” ujarnya.

Mengenai keamanan Laut China Selatan, dia menyatakan sudah jelas bahwa Indonesia sebagai negara terbesar dan pemimpin Masyarakat Asean di bidang keamanan dan politik menekankan kepatuhan terhadap kerangka internasional.

Salah satu kerangka yang harus dipatuhi oleh semua negara adalah Deklarasi UNCLOS yang mengatur batas wilayah laut sebuah negara.

Konsep diplomasi multitrack juga diangkat dalam acara tersebut. Hal itu disuarakan oleh Ketua Balitbang Partai Golkar Jerry Sambuaga dan anggota Komisi I DPR Dave Laksono.

“Indonesia punya aturan yang memungkinkan semua pihak untuk melakukan hubungan luar negeri, tentu dengan batasan aturan nasional. Tetapi pada intinya, semua pihak diberikan ruang untuk itu, termasuk partai politik.” Kata Jerry Sambuaga.

Pernyataan Jerry yang juga merupakan mantan anggota Komisi I itu diamini oleh Dave Laksono. Menurutnya, partai politik bisa turut mengembangkan hubungan yang mengangkat dialog, perdamaian dan kemanusiaan serta kesejahteraan dengan mitra-mitra mereka di luar negeri.

“Hubungan intensif antar pelaku politik di sebuah negara diyakini akan menjadi jembatan dialog di samping diplomasi-diplomasi formal yang dilakukan oleh lembaga negara dan pemerintahan,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona diplomasi kebijakan luar negeri Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top