Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kado Trump Jelang Pilpres, Ekonomi AS Melesat 33,1 Persen Kuartal III

Setelah produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II/2020 sebesar -31,4 persen menjadi yang terendah dalam tujuh dekade terakhir, PDB pada kuartal III/2020 melonjak tinggi hingga 33,1 persen.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  20:11 WIB
Presiden Joko Widodo menerima Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis 29 Oktober 2020  -  Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menerima Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis 29 Oktober 2020 - Biro Pers Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat melesat 33,1 persen pada kuartal III/2020 setelah sebelumnya menurun akibat pandemi Covid-19.

Mengutip Bloomberg, ekonomi AS bangkit kembali dengan rekor lonjakan pertumbuhan sementara pada kuartal ketiga, karena bisnis dibuka kembali dan belanja konsumen mendorong uang tunai, membalikkan banyak keruntuhan yang akibat lockdown yang diberlakukan untuk mencegah virus corona.

Setelah produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II/2020 sebesar -31,4 persen menjadi yang terendah dalam tujuh dekade terakhir, PDB pada kuartal III/2020 melonjak tinggi hingga 33,1 persen.

Sebagai informasi, data PDB AS dikeluarkan dalam tiga tahap setiap bulan, yakni advance (terdepan), preliminary (selanjutnya), dan final (akhir). Data PDB advance, seperti yang dirilis hari ini, cenderung memiliki dampak yang paling besar.

Angka pertumbuhan tersebut melampaui perkiraan ekonom untuk kenaikan 32 persen, yang sudah jauh di atas perkiraan tiga bulan lalu untuk kenaikan 18 persen.

Pengeluaran pribadi memicu lonjakan pertumbuhan ekonomi naik 40,7 persen secara tahunan, yang menjadi rekor tertinggi, sedangkan investasi bisnis dan perumahan juga membukukan peningkatan yang kuat.

Sementara laporan tersebut menjelaskan bahwa ekonomi telah menemukan pijakan yang kokoh untuk saat ini, para analis memperingatkan bahwa pertumbuhan akan jauh lebih sederhana dan berombak di bulan-bulan mendatang.

Hal ini terjadi terutama karena penyebaran virus semakin cepat dan anggota parlemen tetap berada dalam kebuntuan yang berkepanjangan soal paket stimulus baru.

Selain itu, masih ada hampir 11 juta pekerja yang digaji lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi melanda, dan analis mengatakan pemulihan penuh dalam PDB setidaknya akan terjadi dalam beberapa kuartal lagi.



Bahkan dengan kenaikan yang sangat besar, PDB berada 3,5 persen di bawah puncak sebelum pandemi, dan virus akan membuat bisnis dan pekerjaan tertekan, terutama di sektor-sektor seperti perjalanan dan restoran.

Dengan hanya lima hari hingga Pilpres AS pada 3 Novemver 2020, Presiden Donald Trump kemungkinan akan menunjukkan angka terbaru sebagai bukti kemampuannya untuk memandu ekonomi Amerika melalui krisis Covid-19.

Namun, tidak jelas seberapa besar pengaruh angka-angka optimis tersebut terhadap pemilu, terutama mengingat lebih dari 76 juta orang Amerika telah memberikan suara mereka.

Sementara itu, indeks berjangka S&P 500 naik sedikit setelah data ekonomi Kamis pagi. Sebuah laporan terpisah menunjukkan aplikasi untuk tunjangan pengangguran negara bagian AS turun lebih dari perkiraan pekan lalu. Obligasi 10-tahun sedikit berubah dan dolar naik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi amerika serikat ekonomi amerika serikat Pilpres AS 2020

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top